Selasa, 21 Oktober 2014

Hikmah di Balik Musibah

Hikmah di Balik Musibah

            Sahabat, di balik semua kejadian pasti ada hikmahnya. Di tengah kepahitan, ada saja manis terasa. Meski yang merasakan manisnya bukan yang sedang kepahitan. Tapi, apapun itu kondisinya, ada saja hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil.
            Kejadian bencana yang terjadi baik di Negara kita maupun di belahan dunia lain, hendaknya bisa menjadi peringatan bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang pencipta. Musibah bencana Alam, bisa ita lihat dengan dua sudut pandang. Pertama, ini semata memang ujian dari Allah SWT. Insya Allah, bagi orang-orang yang beriman ini adalah ujian. Semoga dengan kejadian yang meskipun menurut kita sangat berat, menyesakkan, dan tentunya menyedihkan, tapi jika kita bersabar, insya Allah ada pahalanya. Jangan pernah berputus asa. Firman Allah SWT. (yang artinya):”Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang ang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa Lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (QS al-Baqarah [2]: 155-156)

            Kita kayaknya udah akrab juga dengan kalimat “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Bahwa kita sangat hafal dengan maknanya. Yup, arti kalimat itu adalah “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya-lah kami kembali.” Kalimat ini oleh para mufasir (ahli tafsir) dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunahkan menyebutnyawaktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. Indah sekali bukan, ditimpa musibah bukannya putus asa, tapi kita malah bersabar. Jadi berbahagialah karena kita sebagai seorang muslim dan insya Allah juga seorang mukmin.
            Dalam ayat lain, Allah SWT. Juga menjelaskan bahwa segala musibah yang menimpa adalah atas kehendakNya (yang artinya): “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan member petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS at-Taghaabun [64]: 11)
            Sahabatku, kalo sudut pandang pertama musibah ini bisa bermakna ujian, maka pada sudut pandang kedua, justru kita khawatir nih, karena bisa jadi musibah itu adalah bentuk murkaNya. Mungkin lebih halus bisa disebut peringatanNya sebagai bagian dari azabNya karena kita sudah mulai lupa kepadaNya, karena kita sudah mulai berani melawanNya, bahkan nekat menentangNya serta mendustakanNya. Wallahu’alam.
            “Pelajaran” tentang peringatanNya itu bisa kita simak dalam firman Allah SWT. (yang artinya): “Apakah kamu merasa amanterhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau apakah kamu merasa aman terhadap allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetaui bagaimana (akibat mendustakan) peringatanKu? Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka teah mendustakan (rasul-rasulNya). Maka alangkah hebatnya kemurkaanKu.” (QS al-Mulk [67]: 16-18)
            Boys and girls, itu semua bisa kita analisis. Mengukur diri. Kita bisa interospeksi diri. Kita bisa menilai diri kita, dan berusaha mencocokkan apakah musibah ini adalah ujian atau justru bagian dari murkaNya? Masing-masing dari kita insya Allah bisa menjawabnya. Asal kita mau jujur kepada diri sendiri.
            Sahabat, yuk, kita benahi diri kita. Lakukan apa yang bisa kita perbuat sesuai kemampuan kita untuk menolong saudara-saudara kita yang mendapat musibah. Semoga musibah yang dirasakan oleh saudara-saudara kita, menjadikan mereka kuat, sabar, dan makin meningkat imannya. Bagi kita, semoga kita mulai bisa empati, menumbuhkan jiwa social sekaligus menguatkan iman kita, bahwa semua ini adalah ketentuan dari Allah SWT. Dia memiliki rencana bagi kita dan seluruh ala mini. Tugas kita, adalah tetap beriman kepadaNya. Ok? Sip deh!

Sumber: www.osolihin.com [edit]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar