ALAT-ALAT
PENDIDIKAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Ilmu Pendidikan Dosen Pengampu Drs. H. Noor Aziz, M.Pd.
|
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Ilmu Pendidikan yang membahas
tentang Alat/Media Pendidikan.
Media dalam kegiatan proses belajar
mengajar berfungsi instrumental, artinya Cuma alat saja bukan tujuan. Jadi
sebagai alat, media bisa digunakan untuk berbagai ragam tujuan,tetapi tidak
untuk semua tujuan. Karena setiap media memiliki ciri (karakteristik) khasnya
masing-masing, sehingga hanya tepat digunakan untuk tujuan-tujuan yang khas dan
sesuai pula.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih
kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari
awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin
|
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
........................................................................................................................
i
Daftar Isi .................................................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang ............................................................................................................
1
b.
Rumusan Masalah
.......................................................................................................
1
c.
Tujuan .........................................................................................................................
1
BAB
II PEMBAHASAN
a.
Pengertian Alat Pendidikan
........................................................................................
2
b.
Jenis-jenis Alat Pendidikan
........................................................................................
4
c.
Mengolah Media Pendidikan
.....................................................................................
6
d.
Alat Pendidikan Khusus untuk Anak
Berkebutuhan Khusus
................................................................................................
7
BAB
III PENUTUP
Kesimpulan ………………………….....................……...………..............................……. 11
Penutup .................................................................................................................................
12
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
merupakan kegiatan memberikan ilmu kepada seseorang untuk mendapatkan
pengalaman dan kecerdasan secara konkret pada masing-masing individu.
Islam
mewajibkan umat manusia menempuh pendidikan sejak dari buaian ibu sampai ke
liang lahat.
Dalam
proses pendidikan, harus memperhatikan kepada aspek, diantaranya komunikasi,
komunikator, dan media.
Pendidikan membutuhkan media untuk mencapai tujuan dari
proses pendidikan semakin canggih dan banyak kreasi dari media pendidikan akan
meningkatkan persentase tujuan dari pembelajaran.
Karena apabila dalam proses pendidikan tidak ada alat dan
media yang dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan, maka pendidikan itupun
akan terganggu.
B. Rumusan masalah
Penulis telah menyusun
beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam
pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antara lain:
1.
Apa yang dimaksud dengan
pendidikan?
2.
Apa saja alat-alat yang
diperlukan dalam pendidikan?
3.
Sebutkan cara mengolah
media pendidikan ?
4.
Alat pendidikan untuk anak
didik yang berkebutuhan khusus?
C. Tujuan
1. Digunakan untuk memenuhi tugas Ilmu Pendidikan
2. Membahas tentang Alat-Alat Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Alat Pendidikan
Alat-alat artinya perangkat atau media yang digunakan
dalam melaksanakan sesuatu. Adapun alat-alat pendidikan berarti media yang
dimanfaatan untuk pendidikan. Secara umum, alat-alat pendidikan bukan hanya
perangkat dalam bentuk benda, tetapi ada yang sifatnya abstrak, misalnya metode
pendidikan, pendekatan pendidikan, tenik dan strategi pendidikan dan
pengelolaan kelas.Alat pendidikan berperan penting dalam proses belajar
mengajar untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang sesuai dengan harapan.
Muharam A (2009) menyatakan bahwa alat pendidikan adalah
sesuatu yang digunakan untuk kegiatan pendidikan, baik berbentuk material
maupun non material.
Indrakusumah (1973) menyatakan bahwa alat pendidikan
berupa perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan yang secara konkrit dan tegas
dilaksanakan, guna menjaga agar proses pendidikan bisa berjalan dengan lancar
dan berhasil.
Untuk mencapai tujuan pendidikan memerlukan berbagai alat dan metode. Istilah lain dari
alat pendidikan yang dikenal hingga saat ini adalah media pendidikan, audio
visual Aids (AVA), alat peraga, sarana dan prasarana pendidikan dan sebagainya.
Definisi-definisi
yang pernah dikemukakan tentang alat pendidikan adalah sebagai berikut:
Roestiyah
Nk. Dkk : “media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam
rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif anatara guru
dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.
Feron S.
Gerlach dan Donald P. Ely : “media adalah sumber belajar. Secara luas media
dapat diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang membuat kondisi
siswa mungkin memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap”.
Inti
dari pendapat di atas adalah bahwa alat atau media pendidikan meliputi segala
sesuatu yang dapat membantu proses pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena
pendidikan Islam mengutamakan pengajaran ilmu dan pembentukan akhlak, maka alat
untuk mencapai ini adalah alat-alat pendidikan ilmu sedangkan alat untuk
pembentukan akhlak adalah pergaulan. Dalam pergaulan edukatif, guru dapat
menyuruh atau melarang murid megajarkan sesuatu. Ia dapat menghukum anak
sebagai koreksi terhadap tingkah lakunya yang salah dan memberi hadiah sebagai
pendorong untuk berbuat yang lebih baik lagi. Hukuman berupa pukulan, umpamanya
dapat digunakan bagi anak umur sepuluh tahun ke atas bila ia meninggalkan
sholat.
Dalam
pergaulan tersebut contoh teladan utama dari pihak pemimpin sekolah, guru-guru
dan staf lebih banyak mempengaruhi murid untuk menjadi manusia yang baik. Oleh
sebab itu mereka harus membina suatu masyarakat sekolah yang baik yang membantu
pembinaan suasana agama di sekolah. Pendidikan agama tidak mungkin berhasil
dengan baik bila hanya dibebankan kepada guru agama saja tanpa didukung oleh
pemimpin sekolah dan guru-guru yang lain.
Aspek-aspek pendidikan :
1. Pendidik, merupakan alat pendidikan karena tanpa
pendidik, pendidikan tidak akan berjalan dengan baik.
2. Lembaga pendidikan, yang memberikan tempat untuk
pelaksanaan pendidikan formal atau in formal.
3. Anak didik, sebagai alasan pendidikan yang menjadi objek
para pendidik sekaligus pendidikan itu sendiri.
4. Sarana dan prasarana pendidikan, yang membantu lancarnya
pendidikan, terutama dalam proses belajar dan mengajar.
5. Perpustakaan, yakni buku-buku yang memberikan informasi
ilmu pengetahuan kepada para pendidik dan peserta didik.
6. Perakapan atau kompetensi pendidik sehingga memberikan
pengajaran yang profesional dan sesuai dengan kapabilitasnya.
7. Metodologi pendidikan dan pendekatan sistem pengajaran
yang diguakan, misalnya menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab,
penugasan, atau pengajaran dengan pola rekratif.
8. Manajemen pendidikan yang mengolah pelaksanaan pendidikan
merupakanh alat yang sangat penting dalam pendidikan, seperti pengaturan jadwal
mata pelajaran, penempatan pendidik dalam mata pelajaran tertentu, pengaturan
lama mengajar, pemenuhan gaji atau honor pendidik, penentuan rapat-rapat
pendidik
9. Strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan
belajar siswa dalam lembaga pendidikan tertentu.
10. Evaluasi pendidikan dan evaluasi belajar.
B.
Jenis-jenis Alat Pendidikan
Alat-alat pendidikan
dibagi menjadi menjadi beberapa kelompok, diantaranya:
1. Media tulis atau cetak seperti Al Qur’an, hadist, tauhid,
fiqih, sejarah dan sebagainya.
2. Benda-benda alam seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan,
zat padat, zat cair, zat gas, dsb.
3. Gambar-gambar, lukisan, diagram, peta dan grafik. Alat
ini dapat dibuat dalam ukuran besar dan dapat pula dipakai dalam buku-buku teks
atau bahan bacaan lain.
4. Gambar yang dapat di proyeksi, baik dengan alat atau
tanpa suara seperti foto, slide, film strip, televisi, video dsb.
5. Audio recording (alat untuk di dengar) seperti kaset
tape, radio, piringan hitam dll yang semuanya diwarnai dengan ajaran agama.
Untuk mencapai tujuan
pendidikan, harus memperhatikan alat-alat pendidikan. Kita harus mengetahui
aspek-aspek untuk memilih alat pendidikan agar sesuai materi dan tujuan
pendidikan.
a). Bagaimana memilih alat atau media pendidikan itu
untuk kepentingan agama. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam menyeleksi alat tersebut adalah :
1.
Pentingnya alat itu untuk
mencapai tujuan atau kesesuaian alat itu dengan tujuan pengajar.
2.
Media itu harus
disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.
3.
Harus diperhatikan keadaan
kampus.
4.
Hendaknya diperhatikan
soal waktu yang tersedia untuk mempersiapkan alat dan penggunaannya di kelas.
5.
Harga atau biaya alat itu
hendaknya sesuai dengan efektifitas alat.
b). Prinsip umum yang harus diperhatikan didalam
penggunaan alat
pendidikan, antara lain :
1.
Pengguaan setiap jenis
harus dengan tujuan tertentu.
2.
Alat harus digunakan untuk
membantu nenimbulkan tanggapan terhadap materi yang dipelajari.
3.
Alat tidak perlu digunakan
bila murid sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menanggapi dan
menginterpretasi materi pelajaran.
4.
Alat harus digunakan bila
alat itu merangsang timbulnya minat dan perhatian baru serta meusatkan
perhatian terhadap peroalan yang dipecahkan.
5.
Beberapa alat tertentu
sangat berguna untuk membuat ringkasan pelajaraan dan memberikan perspektif
tentang hubungan-hubungan tertentu dalam pelajaran.
6.
Murid harus diajar
menggunakan alat. Mereka harus tau apa yang dicari dengan alat itu dan
menginterpretasinya.
7.
Setiap menggunakan alat,
harus dicek apakah tjuan yang diharapkan tecapai dan memberikan koreksi
terhadap kesalahan tanggap yang terjadi.
Alat-alat bantu dalam
pendidikan dapat berupa pengembangan teknik belajar mengajar, misalnya:
·
Mengajar dengan teknik
tulis, sehingga anak didik bersaing dalam menjawab pertanyaan pendidik.
·
Pertanyaan lisan di kelas.
·
Tugas individu.
·
Tugas kelompok.
·
Ulangan semeter.
·
Ulangan kenaikan.
·
Laporan kerja praktik
lapangan.
C.
Mengolah Media Pedidikan
Seorang pendidik harus
menguasai landasan filosofis, teoritisnya dan juga harus memmiliki ketrampian
teknis merancang dan menggunakan media sebagai bahasa dan sandi mereka. Agar
terampil, pendidik harus mengetahui dulu berbagai jenis media dan
karakteristknya masing-masing sebagai berikut :
1.
Simulasi
·
Permainan
·
Bermain peran
·
Forum teater
2.
Audio
·
Rekaman suara/musik
·
Siaran radio
3.
Visual
·
Foto-foto
·
Bahasa foto
·
Foto tematis
·
Cerita foto
4.
Gambar grafis
·
Poster-poster
·
Kartu-kartu bergambar
·
Komik
·
kartun
5.
Bahan cetakan
·
Cerita kasus
·
Lembaga fakta
·
Guntingan berita
·
Lembaga kerja dan bahan
bacaan
6.
Audio visual
·
Slide suara
·
Video dokumenter
·
Film cerita
7.
Multimedia
·
Pertunjukan dan upacara
·
Teknik-teknik riset
partisipatoris
·
Jaringan internet &
E-mail
D. Alat Pendidikan Khusus
untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Alat Pendidikan
1.
Bagi Tunanetra.
Tunanetra adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam
pengelihatan/tidak berfungsinya indera penglihatan baik sebagian baik sebagian
ataupun keseluruhan.
Alat pendidikan bagi tunanetra dibagi menjadi
3 :
a)
Alat Khusus
a.
Reglet dan pena
b.
Mesin tik Braille
c.
Computer dengan program
braille
d.
Printer braille
e.
Abacus
f.
Calculator bicara
g.
Kertas braille
h.
Penggaris braille
i.
Kompas bicara
b)
Alat Bantu
·
Alat bantu perabaan dengan
menggunakan buku braille
·
Alat bantu pendengaran
dengan menggunakan talkingn books
c)
Alat peraga
·
Benda asli
·
Benda asli yang diawetkan
·
Benda asli yang
dikeringkan
·
Benda/model tiruan
·
Gambar timbul
·
Gambar timbul skematik
·
Peta timbul
·
Globe timbul
·
Papan baca
·
Papan paku
2.
Bagi Low Vision.
Alat bantu bagi low vision
dibagi menjadi 3 :
a.
Alat bantu optik
·
Kaca mata pembesar
·
Syand magnifier
·
Hand magnifier
·
Kombinasi
·
Telescop
·
CCTV
b.
Alat bantu non optik
·
Kertas bergaris tebal
·
Spidol
·
Spidol hitam
·
Pensil hitam tebal
·
Buku-buku dengan huruf
yang diperbesar
·
Penyangga buku
·
Lampu meja
·
Typoscope
·
Tape recorder
·
Bingkai untuk menulis
c.
Alat peraga
·
Gambar-gambar yang
diperbesar
·
Benda asli
·
Benda asli yang diawetkan
·
Benda asli yang
dikeringkan
·
Benda/model tiruan
3.
Bagi Tunarungu
Tunarungu adalah istilah
yang merujuk pada kondisi ketidakfungsian organ pendengaran atau telinga
seseorang. Anak-anak dalam kondisi ini mengalami hambatan atau keterbatasan
dalam merespon bunyi-bunyi yang ada disekitarnya.
a.
Alat bantu khusus.
Alat bantu khusus yang
diperlukan untuk meningkatkan potensinya, yang masih dapat diperbaiki dan
dikembangkan terutama komunikasi baik dengan menggunakan bahasa lisan maupun
tulisan, antara lain :
· Audiometer
· Alat bantu mendengar (hearing aid)
· Cermin
· Alat bantu wicara (speech trainer)
b.
Alat peraga
Untuk memperkaya perbendaharaan bahasa peserta didik
hendaknya jangan dilupakan alat-alat peraga yang meningkatkan kemampuannya
dalam mengenali hal.
4.
Bagi Tuna Grahita
Tuna Grahita adalah
keterbatasan substansial dalam memfungsikan diri. Keterbatasan ini ditandai
dengan terbatasnya kemampuan fungsi kecerdasan yang terletak dibawah rata-rata (IQ 70 atau
kurang). Disebut tuna Grahita manifestasinya terjadi pada usia dibawah 18
tahun.
Alat bantu pelajran penting diperhatikan dalam mengajar
anak tuna grahita. Hal ini disebabkan anak grahita kurang mampu berfikir
abstrak, mereka membutuhkan hal-hal yang kongkrit. Karakteristik alat bantu :
·
Warna tidak terlalu
menyolok
·
Garis dan bentuk tidak
abstrak
5.
Tuna Daksa
Anak Tuna Daksa adalah
salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan atau
kecacatan pada sistem otot, tulang, dan persendian(cacat fisik).
a.
Bentuk pendidikan untuk
tuna daksa :
·
Kelas biasa(regular)
·
Kelas atau sekolah khusus
·
Pengajaran di rumah
·
Sekolah di rumah sakit
6.
Tuna Laras
Tuna Laras adalah anak
yang memiliki masalah dalam mengendalikan control emosi dan perilaku dengan
lingkungannya. “Tuna” adalah kurang sedangkan “Laras” adalah sesuai. Maka dapat
digabungkan yaitu kurang sesuai. Anak Tuna Laras biasanya sulit beradaptasi
dengan lingkungannya karena tidak dapat menempatkan perilaku yang tepat dengan
orang, situasi dan lingkungannya yang tepat.
Program yang digunakan
untuk pembelajarannya :
a.
Sistem pengajaran
Guru dianggap mampu
membuat suasana kelas dengan baik, mengobati dan lebih memperhatikan murid.
b.
Program bimbingan
penyuluhan
·
Program bimbingan
penyuluhan suasana hidup beragama di asrama
·
Program ketrampilan
·
Program belajar di sekolah
regular
·
Program bimbingan kesenian
·
Program keorang tua
·
program kemasyarakatan
·
program bimbingan
kepramukaan
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari makalah diatas, dapat disimpulkan bahwa
pada dasarnya pendidikan itu sangat penting bagi manusia sejak manusia
dilahirkan sampai tutup usia, bicara mengenai pendidikan tidak lepas dari
alat-alat pendidikan yang dimana alat-alat ini sangat berperan penting dalam
pendidikan sebagai faktor pendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu
sendiri.
Untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan,
alat-alat yang sangat berperan penting ini juga harus diseleksi agar pada
nantinya alat-alat pendidikan yang telah diseleksi ini dapat berperan maksimal,
seperti media-media yang dapat digunakan sebagai alat-alat pendidikan seperti
media audio dan visual.
Kedua media diatas sangat diperlukan sebagai
sarana pendidikan untuk mendorong seorang pendidik dan peserta didik untuk
belajar bahkan sangat penting bagi siswa yang berkebutukan khusus, sehingga
pembelajaran tidak monoton dan menjadikan tingkat pendidikan lebih tinggi.
PENUTUP
Sebagai
penutup dari keseluruhan uraian makalah ini, dikemukakan bahwa pendidikan dan
alat-alat pendidikan merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan.
Berbagai
alat pendidikan bisa dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan dari
pendidikan itu sendiri.
Media
yang digunakan untuk menunjang proses pendidikan harus diadakan dan disesuaikan
dengan kondisi dan keadaan peserta didik.
Media
pendidikan tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang di kota, bagi mereka yang
mempunyai kondisi tubuh yang sempurna.
Media
pendidikan diciptakan untuk seluruh masyarakat dari kalangan atas sampai kalangan bawah, untuk mereka yang
mempunyai tubuh sempurna maupun tubuh yang kurang sempurna.
Alat pendidikan
juga hendaknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta didik.
Dangan semakin banyaknya alat pendidikan yang semakin canggih, diharapkan dapat
merubah keadaan dan meningkatkan kecerdasan suatu bangsa menuju ekonomi yang
sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Fakih Mansur, 2001.
Pendidikan Popular, Yogyakarta : Pustaka pelajar
2.
Perez Miguel Fernandes,
1982. Krisis dalam pendidikan, Jakarta : PN Balai Pustaka
3.
Davis Ivor K, 1987.
Pengelolaan pelajar, Jakarta : CV Raja Wali
4.
Hamalik Oemar, 1994. Sistem
Pembelajaran Jar4ak Jauh dan Pembinaan Ketenagaan, Bandung : Trigenda Karya
5.
Roqib Moh, 2009. Ilmu
Pendidikan Islam, Yogyakarta : LKIS Yogyakarta
6.
Saebani Beni Ahmad, 2012.
Ilmu Pendidikan Islam, Bandung : CV Pustaka Setia
7.
Darajat Zakiah, 2014. Ilmu
Pendidikan Islam, Jakarta : PT Bumi Aksara
8.
http://hillarypa-pendidikan-khusus-untu-anak-berkebutuhan-khusus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar