Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata
kuliah Akhlak dan Tasawuf
Dosen pengampu: Bapak Jumarno, S.Ag., M.Pd.I
Disusun oleh:
KELOMPOK 3
Fathimah,Iin kurniati,Yuniati dan M. Muhib
Maulana
PAI 3C
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN(UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT,
shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW utusan dan
manusia pilihanNya.
Tulisan yang ada ini merupakan tugas untuk memenuhi
mata kuliah Akhlak dan Tasawuf. Sesuai dengan Judulnya, Pembagian dan
Macam-Macam Akhlak, isi dari makalah ini tidak jauh dari pengertian akhlak itu
sendiri, pembagiannya serta macam macamnya.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua
pihak atas segala bantuan yang telah diberikan, sekali lagi dengan segala
kerendahan hati pandangan dan saran-saran sangat saya nantikan demi untuk
penyempurnaan makalah ini.
Wonosobo, 29 September 2016
Kelompok 3
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ajaran ahklak dalam Islam
bersumber dari wahyu Ilahi yang termasuk dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Akhlak
dalam Islam bukanlah moral atau etika yang kondisional dan situasional, yang
hanya dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia, seta hanya berkaitan
dengan tingkah laku lahiriyah saja. Tetapi akhlak yang benar-benar memiliki
nilai yang mutlak, nilai-nilai baik dan buruk, terpuji dan tercela yang berlaku
kapan saja, dimana saja dalam segala aspek kehidupan tidak dibatasi ruang dan waktu. Dalam
keseluruhan ajaran islam akhlak menempaati kedudukan yang istimewa dan sangat
penting, yang mana tujuan akhirnya adalah memperoleh kebahagiaan dunia serta
akhirat.
Ajaran akhlak dalam Islam
sesuai dengan fitrah manusia. Manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki
bukan semu bila mengikuti nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan oleh
Al-Qur’an dan Sunnah, dua sumber akhlak dalam Islam. Makna akhlak itu
sendiri sangatlah luas, tidak
hanya mencakup
hal-hal yang bersifat lahiriah, namun
juga yang
berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. Misalnya
akhlak diniah
(agama)yang mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap allah, hingga kepada sesama makhluk
(manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa).
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian akhlak?
2. Apa saja
pembagian dan macam-macam akhlak?
C.
Tujuan
1. Untuk mendiskripsikan pengertian dari akhlak.
2. Untuk mengetahui
tentang
pembagian dan macam-macam akhlak.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN AKHLAK
Secara etimologi akhlak
adalah bentuk jamak dari khuluk yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah
laku dan tabi’at. Sedangkan akhlak menurut istilah sebagaimana yang diungkapkan
oleh Imam Al-Ghozali adalah suatu bentuk (naluri asli) dalam jiwa manusia yang
dapat melahirkan suatu tindakan dan kelakuan dengan mudah dan sopan tanpa
memerlukan pemikiran dan pertimbangankan. Yang dimaksud melahirkan tindakan dan
kelakuan ialah suatu yang dijelmakan anggota lahir manuia misalnya tangan dan
mulut. Demikian juga yang dilahirkan oleh anggota bathin yakni hati yang tidak
dibuat-buat.
Akhlak juga merupakan adat
yang disertai kemauan atau kekuatan yang tetap dari
seorang manusia. Jadi, orang yang baik akhlaknya adalah orang yang tetap
kecenderungannya pada yang baik, dan orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang
tetap kecenderungannya kepada yang buruk.[1]
Akhlak adalah
perbuatan yang disengaja. Jika tidak disengaja atau dilakukan karena
terpaksa dan dipaksa, maka perbuatan seseorang itu tidak merupakan gejala akhlak. Ada
juga perbuatan yang sulit dinilai, yaitu apabila seseorang melakukan perbuatan
yang baik tetapi mempunyai tujuan yang buruk, atau sebaliknya, dia mempunyai
tujuan yang baik, namun cara mencapainya dengan jalan yang buruk.
B.
PEMBAGIAN DAN MACAM-MACAM AKHLAK
Akhlak dibagi berdasarkan
sifatnya dan objeknya. Berdasarkan sifatnya, akhlak terbagi menjadi dua bagian yaitu mahmudah (terpiji) dan madzmumah (tercela).
1) . Akhlak Mahmudah (Terpuji)
Akhlak terpuji merupakan
salah satu tanda kesempurnaan iman. tersebut dimanifestikan ke dalam perbuatan
sehari-hari dalam bentuk Perbuatan-perbuatan seseorang yang memiliki akhlak
terpuji adalah sesuai sesuai dengan ajaran-ajaran yang terkandung dalam
Al-Qur’an dan Al-Hadist.
v
Macam-macam
akhlak Mahmudah.:
a.
Akhlak yang Berhubungan dengan Allah
Kepada
Allah SWT, manusia harus menerapkan akhlak yang
baik, mulia dan luhur. Paling tidak ada empat alasan mengenai hal ini. Pertama, Allah-lah yang menciptakan
manusia. Kedua, Allah-lah yang memberikan
perlengkapan panca indera, akal pikiran, hati
sanubari, disamping anggota badan yang kokoh dan sempurna. Ketiga, Allah-lah
yang menyediakan berbagai bahan dan sarana yang di perlukan
bagi kelangsungan hidup manusia. Keempat, Allah-lah yang telah memuliakan
manusia dengan cara memberi kemampuan menguasai daratan dan lautan.[2]
Contoh akhlak yang
berhubungan dengan Allah antara lain,
Ø
Menauhidkan
Allah
Ø
Takwa
kepada Allah
Ø
Ingat
kepada Allah (Dzikrullah)
Ø
Pasrah
kepada Allah (Tawwakal)
Ø
Berbaik
sangka kepada Allah,
kepada keputusan Allah (Husnu zhann)
b.
Akhlak Terhadap Diri Sendiri
Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang mana
juga memiliki hak untuk dijaga dan diperlakukan dengan baik oleh manusia itu
sendiri. Contohnya adalah dengan bersabar, bersyukur, amanah, jujur, menepati
janji (al-wafa’), dan juga memelihara
kesucian diri (al-iffah)
c.
Akhlak Terhadap Keluarga
Contoh akhlak terhadap keluarga adalah
berbakti kepada orang tua serta bersikap baik terhadap saudara. Allah SWT telah
berfirman yang mana artinya adalah sebagai berikut; “Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain kepada Dia, dan hendaklah kamu
berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang
diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia” ( QS. Al-Isro’ : 23 )
d.
Akhlak Terhadap Masyarakat
Contoh akhlak terhadap masyarakat adalah dengan berbuat baik kepada tetangga dan
suka menolong orang lain. Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat
dua yang mana artinya adalah sebagai berikut ;” Dan tolong-menolonglah kamu
dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
perbuatan dosa dan pelanggaran “.
e.
Akhlak Terhadap Alam atau Lingkungan
Sebagai kholifah di muka bumi, manusia harus
mengayomi dan memelihara alam serta lingkungan. Berkaitan dengan hal ini,
Rosulullah SAW bersabda yang artinya;”Bertakwalah kepada Allah dalam
perlakuanmu terhadap binatang; kendarai dan beri makanlah ia (binatang) dengan
baik”.
Selain memelihara dan menyantuni binatang,
haruslah pula memelihara dan menyayangi tumbuh-tumbuhan.
2). Akhlak
Tercela (Madzmumah)
Segala bentuk akhlak yang bertentangan dengan akhlak
terpuji disebut akhlak tercela. Akhlak tercela merupakan tingkah laku yang tercela yang dapat merusak
keimanan seseorang dan menjatuhkan martabatnya sebagai manusia. Akhlakul
Madzmumah meliputi:
i.
Syirik
Definisi syirik secara khusus adalah
menjadikan sekutu selain Allah SWT, dan memperlakukan seperti Allah SWT,
seperti berdoa dan meminta syafaat.
Syirik ada
dua macam :
Ø
Syirik akbar
(syirik besar)
Ø
Syirik
ashgar (syirik kecil)
ii.
Kufur
Secara
bahasa berarti menutupi. Kufur merupakan kata sifat dari kafir. Jadi, kafir
adalah orangnya, sedangkan kufur adalah sifatnya. Kufur adalah tidak beriman
kepada Allah swt dan Rosul-Nya, baik dengan mendustakan atau tidak
mendustakan.Kufur ada dua jenis, yaitu kufur besar dan kufur kecil.Kufur besar
adalah perbuatan yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam dan abadi
dalam neraka.
Kufur besar
ada lima macam:
Ø
Kufur karena
mendustakan para Rasul
Ø
Kufur karena
enggan dan sombong
Ø
Kufur karena
ragu
Ø
Kufur karena
berpaling
Ø
Kufur karena
nifak
iii.
Nifak dan Fasik
Secara
syara’ nifak artinya menampakkan Islam dan kebaikan, tetapi menyembunyikan
kekufuran dan kejahatan. Dengan kata lain, nifak adalah menampakkan sesuatu
yang bertentangan dengan apa yang terkandung di dalam hati.
iv.
Takabur dan Ujub
Munculnya sifat Ujub diawali dari rasa heran terhadap
diri sendiri karena melihat dirinya lebih hebat dan istimewa dari yang lain.
Dari Ujub, selanjutnya muncul sifat takabur (Sombong), yakni mengecilkan dan
meremehkan orang lain. Jadi, Ujub dan Takabur adalah dua sifat tercela yang berdampingan.
Sifat Ujub dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø
‘Ujub ‘Indan
Nas
Ø
‘Ujub ‘Indallah
v.
Dengki
Dengki adalah perasaan yang timbul
dalam diri seseorang setelah memandang sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang
lain, kemudian dia menyebarkan berita bahwa yang dimiliki orang tersebut
diperoleh dengan tidak sewajarnya.
vi.
Ghibah
Ghibah
adalah menuturkan sesuatu yang berkaitan dengan orang lain yang apabila
penuturan itu sampai pada yang bersangkutan, ia tidak menyukainya.
vii.
Riya’
Riya’
artinya memancing perhatian orang lain agar dinilai sebagai orang baik.
Macam-macam riya’ antara lain :
Ø
Riya’ dalam
beribadat.
Ø
Riya’ dalam
berbagai kegiatan.
Ø
Riya’ dalam
berderma atau bersedekah.
Ø
Riya’ dalam
berpakaian
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Ahklak merupakan perbuatan yang lahir melaui kebiasaan
yang mudah tanpa adanya pemikiran dan pertimbanga. Orang yang baik akhlaknya
adalah orang yang tetap kecenderungannya pada yang baik, dan orang yang buruk
akhlaknya adalah orang yang tetap kecenderungannya kepada yang buruk.
Sedangkan pembagian akhlak terbagi menjadi dua yaitu:
1.
akhlak
mahmudah (terpuji), dengan macamnya yaitu yang brhubungan dengan Allah SWT,
diri sendiri, keluarga, masyarakat serta alam maupun lingkungan. Contohnya
adalah seperti takwa, bersyukur, berbakti pada orangtua, suka menolong, dan
mengasihi binatang maupun tumbuh-tumbuhan.
2.
akhlak (tercela), dengan macamnya yaitu syirik,
kufur,takabur/ujub, nifak/fasik, dengki, ghibah serta riya’.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,
Rosihon. Akhlak Tasawuf. 2010.
Bandung : Pustaka Setia.
Anwar,
Rosihon. Akidah Akhlak. 2014. Bandung
: Pustaka Setia.
Solihin,
M dkk. Akhlak Tasawuf Manusia, Etika, dan
Makna Hidup. 2005. Bandung : Nuansa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar