Jumat, 16 Juni 2017



PEMBAGIAN AKHLAK DAN MACAM – MACAMNYA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Akhlak dan Tasawuf
Dosen pengampu: Bapak Jumarno, S.Ag., M.Pd.I




Disusun oleh:
KELOMPOK 3
Fathimah,Iin kurniati,Yuniati dan M. Muhib Maulana
PAI 3C

FAKULTAS ILMU TARBIYAH  DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN(UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW utusan dan manusia pilihanNya.
Tulisan yang ada ini merupakan tugas untuk memenuhi mata kuliah Akhlak dan Tasawuf. Sesuai dengan Judulnya, Pembagian dan Macam-Macam Akhlak, isi dari makalah ini tidak jauh dari pengertian akhlak itu sendiri, pembagiannya serta macam macamnya.    
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas segala bantuan yang telah diberikan, sekali lagi dengan segala kerendahan hati pandangan dan saran-saran sangat saya nantikan demi untuk penyempurnaan makalah ini.

Wonosobo, 29 September 2016
Kelompok   3











BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Ajaran ahklak dalam Islam bersumber dari wahyu Ilahi yang termasuk dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Akhlak dalam Islam bukanlah moral atau etika yang kondisional dan situasional, yang hanya dibatasi pada sopan santun antar sesama manusia, seta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriyah saja. Tetapi akhlak yang benar-benar memiliki nilai yang mutlak, nilai-nilai baik dan buruk, terpuji dan tercela yang berlaku kapan saja, dimana saja dalam segala aspek kehidupan  tidak dibatasi ruang dan waktu. Dalam keseluruhan ajaran islam akhlak menempaati kedudukan yang istimewa dan sangat penting, yang mana tujuan akhirnya adalah memperoleh kebahagiaan dunia serta akhirat.
Ajaran akhlak dalam Islam sesuai dengan fitrah manusia. Manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki bukan semu bila mengikuti nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, dua sumber akhlak dalam Islam. Makna akhlak itu sendiri sangatlah luas, tidak hanya mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah, namun juga yang berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. Misalnya akhlak diniah (agama)yang mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap allah, hingga kepada sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa).
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian akhlak?
2.      Apa saja pembagian dan macam-macam akhlak?

C.             Tujuan
1.      Untuk mendiskripsikan pengertian dari akhlak.
2.      Untuk mengetahui tentang pembagian dan macam-macam akhlak.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN AKHLAK
Secara etimologi akhlak adalah bentuk jamak dari khuluk yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabi’at. Sedangkan akhlak menurut istilah sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Al-Ghozali adalah suatu bentuk (naluri asli) dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu tindakan dan kelakuan dengan mudah dan sopan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangankan. Yang dimaksud melahirkan tindakan dan kelakuan ialah suatu yang dijelmakan anggota lahir manuia misalnya tangan dan mulut. Demikian juga yang dilahirkan oleh anggota bathin yakni hati yang tidak dibuat-buat.
Akhlak juga merupakan adat yang disertai kemauan atau kekuatan yang tetap dari seorang manusia. Jadi, orang yang baik akhlaknya adalah orang yang tetap kecenderungannya pada yang baik, dan orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang tetap kecenderungannya kepada yang buruk.[1]
Akhlak adalah perbuatan yang disengaja. Jika tidak disengaja atau dilakukan karena terpaksa dan dipaksa, maka perbuatan seseorang itu tidak merupakan gejala akhlak. Ada juga perbuatan yang sulit dinilai, yaitu apabila seseorang melakukan perbuatan yang baik tetapi mempunyai tujuan yang buruk, atau sebaliknya, dia mempunyai tujuan yang baik, namun cara mencapainya dengan jalan yang buruk.

B.     PEMBAGIAN DAN MACAM-MACAM AKHLAK
            Akhlak dibagi berdasarkan sifatnya dan objeknya. Berdasarkan sifatnya, akhlak terbagi menjadi dua bagian yaitu mahmudah (terpiji) dan madzmumah (tercela).


1)  . Akhlak Mahmudah (Terpuji)
Akhlak terpuji merupakan salah satu tanda kesempurnaan iman. tersebut dimanifestikan ke dalam perbuatan sehari-hari dalam bentuk Perbuatan-perbuatan seseorang yang memiliki akhlak terpuji adalah sesuai sesuai dengan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist.
v  Macam-macam akhlak Mahmudah.:
a.  Akhlak yang Berhubungan dengan Allah
Kepada Allah SWT, manusia harus menerapkan akhlak yang baik, mulia dan luhur. Paling tidak ada empat alasan mengenai hal ini. Pertama,  Allah-lah yang menciptakan manusia. Kedua, Allah-lah yang memberikan perlengkapan panca indera, akal pikiran, hati sanubari, disamping anggota badan yang kokoh dan sempurna. Ketiga, Allah-lah yang menyediakan berbagai bahan dan sarana yang di perlukan bagi kelangsungan hidup manusia. Keempat, Allah-lah yang telah memuliakan manusia dengan cara memberi kemampuan menguasai daratan dan lautan.[2]
Contoh akhlak yang berhubungan dengan Allah antara lain,
Ø  Menauhidkan Allah
Ø  Takwa kepada Allah
Ø  Ingat kepada Allah (Dzikrullah)
Ø  Pasrah kepada Allah (Tawwakal)
Ø  Berbaik sangka kepada Allah, kepada keputusan Allah (Husnu zhann)

b.      Akhlak Terhadap Diri Sendiri
Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang mana juga memiliki hak untuk dijaga dan diperlakukan dengan baik oleh manusia itu sendiri. Contohnya adalah dengan bersabar, bersyukur, amanah, jujur, menepati janji (al-wafa’), dan juga memelihara kesucian diri (al-iffah)



c.       Akhlak Terhadap Keluarga
Contoh akhlak terhadap keluarga adalah berbakti kepada orang tua serta bersikap baik terhadap saudara. Allah SWT telah berfirman yang mana artinya adalah sebagai berikut; “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain kepada Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” ( QS. Al-Isro’ : 23 )

d.      Akhlak Terhadap Masyarakat
Contoh akhlak terhadap masyarakat  adalah dengan berbuat baik kepada tetangga dan suka menolong orang lain. Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat dua yang mana artinya adalah sebagai berikut ;” Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran “.


e.       Akhlak Terhadap Alam atau Lingkungan
Sebagai kholifah di muka bumi, manusia harus mengayomi dan memelihara alam serta lingkungan. Berkaitan dengan hal ini, Rosulullah SAW bersabda yang artinya;”Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang; kendarai dan beri makanlah ia (binatang) dengan baik”.
Selain memelihara dan menyantuni binatang, haruslah pula memelihara dan menyayangi tumbuh-tumbuhan.


2). Akhlak Tercela (Madzmumah)
Segala bentuk akhlak yang bertentangan dengan akhlak terpuji disebut akhlak tercela. Akhlak tercela merupakan  tingkah laku yang tercela yang dapat merusak keimanan seseorang dan menjatuhkan martabatnya sebagai manusia. Akhlakul Madzmumah meliputi:

                    i.            Syirik
Definisi syirik secara khusus adalah menjadikan sekutu selain Allah SWT, dan memperlakukan seperti Allah SWT, seperti berdoa dan meminta syafaat.
Syirik ada dua macam :
Ø  Syirik akbar (syirik besar)
Ø  Syirik ashgar  (syirik kecil)

                  ii.            Kufur
Secara bahasa berarti menutupi. Kufur merupakan kata sifat dari kafir. Jadi, kafir adalah orangnya, sedangkan kufur adalah sifatnya. Kufur adalah tidak beriman kepada Allah swt dan Rosul-Nya, baik dengan mendustakan atau tidak mendustakan.Kufur ada dua jenis, yaitu kufur besar dan kufur kecil.Kufur besar adalah perbuatan yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam dan abadi dalam neraka.
Kufur besar ada lima macam:
Ø  Kufur karena mendustakan para Rasul
Ø  Kufur karena enggan dan sombong
Ø  Kufur karena ragu
Ø  Kufur karena berpaling
Ø  Kufur karena nifak


                iii.            Nifak dan Fasik
Secara syara’ nifak artinya menampakkan Islam dan kebaikan, tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dengan kata lain, nifak adalah menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang terkandung di dalam hati.
                iv.            Takabur dan Ujub
Munculnya sifat Ujub diawali dari rasa heran terhadap diri sendiri karena melihat dirinya lebih hebat dan istimewa dari yang lain. Dari Ujub, selanjutnya muncul sifat takabur (Sombong), yakni mengecilkan dan meremehkan orang lain. Jadi, Ujub dan Takabur adalah dua  sifat tercela yang berdampingan.
Sifat Ujub dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø  ‘Ujub ‘Indan Nas
Ø  ‘Ujub ‘Indallah

                  v.            Dengki
Dengki adalah perasaan yang timbul dalam diri seseorang setelah memandang sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, kemudian dia menyebarkan berita bahwa yang dimiliki orang tersebut diperoleh dengan tidak sewajarnya.
                vi.            Ghibah
Ghibah adalah menuturkan sesuatu yang berkaitan dengan orang lain yang apabila penuturan itu sampai pada yang bersangkutan, ia tidak menyukainya.

              vii.            Riya’
Riya’ artinya memancing perhatian orang lain agar dinilai sebagai orang baik.
Macam-macam riya’ antara lain :

Ø    Riya’ dalam beribadat.
Ø    Riya’ dalam berbagai kegiatan.
Ø    Riya’ dalam berderma atau bersedekah.
Ø    Riya’ dalam berpakaian






BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Ahklak merupakan perbuatan yang lahir melaui kebiasaan yang mudah tanpa adanya pemikiran dan pertimbanga. Orang yang baik akhlaknya adalah orang yang tetap kecenderungannya pada yang baik, dan orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang tetap kecenderungannya kepada yang buruk.
Sedangkan pembagian akhlak terbagi menjadi dua yaitu:
1.                  akhlak mahmudah (terpuji), dengan macamnya yaitu yang brhubungan dengan Allah SWT, diri sendiri, keluarga, masyarakat serta alam maupun lingkungan. Contohnya adalah seperti takwa, bersyukur, berbakti pada orangtua, suka menolong, dan mengasihi binatang maupun tumbuh-tumbuhan.
2.                  akhlak  (tercela), dengan macamnya yaitu syirik, kufur,takabur/ujub, nifak/fasik, dengki, ghibah serta riya’.
















DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Rosihon. Akhlak Tasawuf. 2010. Bandung : Pustaka Setia.
Anwar, Rosihon. Akidah Akhlak. 2014. Bandung : Pustaka Setia.
Solihin, M dkk. Akhlak Tasawuf Manusia, Etika, dan Makna Hidup. 2005. Bandung : Nuansa













[1] M. Sholihin dan M.Rosyid Anwar, Akhlak Tasawuf, Bandung: Nuansa, 2005, hlm.21

[2] M. Sholihin dan M.Rosyid Anwar, Akhlak Tasawuf, Bandung: Nuansa, 2005, hlm.97

Tidak ada komentar:

Posting Komentar