MENEJEMEN PENDIDIKAN
Makalah ini disusun guna
memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan
Dosen pengampu: Sarjono, S.Pd., M.M.Pd
Disusun oleh:
Winarti (2015010180)
PAI 3C
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS
AL-QUR’AN(UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena nikmat dan ridhoNya saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada
baginda Nabi Agung Muhammad SAW.
Ucapan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya menyusun makalah ini,
baik teman-teman maupun dosen.
Makalah ini
disusun agar pembaca dapat mengetahui mengenai Menejemen Pendidikan matakuliah
Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas bagi pembaca, meskipun masih banyak kekurangan. Untuk
itu saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih.
Wonosobo,
Oktober 2016
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
.................. BAB
I PENDAHULUAN.........................................................................................
A.
Latar Belakang Masalah................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
C.
Tujuan.......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................................
A.
Menejemen
Sekolah.................................................................................... 2
B.
Penggunaan Media Pembelajaran................................................................. 6
C.
Strategi dan
Model-model Pembelajaran...................................................... 8
D.
Kualitas
Kinerja Guru.................................................................................... 9
E.
Monitoring
Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran)....................................... 12
BAB III PENUTUP ....................................................................................................
KESIMPULAN....................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 18
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menejemen adalah suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan,
pengarahan, pengembanagan personal, perencanaan, dan pengawasan terhadap
pekerjaan-pekerjaan yang berkenaan dengan unsure-unsur pokok dalam suatu
proyek. Tujuannya adalah agar hasil-hasil yang ditargetkan dapat tercapai dengan
cara yang efektif dan efisien.
Dalam makalah saya kali ini akan memaparkan tentang menejemen yang
berada di dalam lingkungan sekolah.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian
Menejemen Sekolah ?
2. Bagaimana
Penggunaan Media Pembelajaran ?
3. Bagaimana
Strategi dan Model-model Pembelajaran ?
4. Apa saja
Kualitas Kinerja Guru ?
5. Bagaimana
Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran) ?
C.
Tujuan
1. Mengetahui
pengertian Menejemen Sekolah
2. Mengetahui
Penggunaan Media Pembelajaran
3. Mengetahui
Strategi dan Model-model Pembelajaran
4. Mengetahui
Kualitas Kinerja Guru
5. Mengetahui
Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran)
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Menejemen Sekolah
1. Pengertian Menejemen Sekolah
Pengertian
Menejemen menurut Kathryn M. Bartol dan David C. Martin (1995), adalah proses
untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat
fungsi utama, yaitu merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing),
memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, Menejemen
adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan.
Menurut
Stoner(1995) Menejemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi lain agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dengan
demikian, Menejemen pendidikan merupakan suatu kegiatan, Menejemen pendidikan
memanfaatkan berbagai sumber daya, dan Menejemen pendidika berupaya untuk
mencapai tujuan pendidikan yang teah ditetapkan.
2. Fungsi Menejemen
Menurut
Djam’an Satory (1980) Menejemen pendidikan merupakan suatu tindakan. Tindakan
yang dimaksud adalah :
a. Perencanaan (Planning)
Menurut
T. Hani Handoko (1995) perencanaan adalah penilaian atau penetapan tujuan
organisasi dan penentuan strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode,
sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Arti
penting perencanaan adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan
sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan dengan seefisien dan
seefektif mungkin.
b. Pengorganisasian (Organizing)
George
R. Terry (1986) mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah tindakan
mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif anatara orang-orang
sehingga mereka bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam
melaksanakan tugas-tugas tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu.
Hal
yang harus diperhatikan adalah bahwa setiap kegiatan harus jelas siapa yang
mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa targentnya.s
c. Pelaksanaan (Actuating)
George
R. Terry (1986) mengemukakan bahwa Pelaksanaan merupakan upaya untuk menjadikan
perencanaan menjadi kenyataan, dengan berbagai pengarahan dan pemotivasian agar
setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran,
tugas, dan tanggung jawabnya.
Hal
terpenting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan adalah bahwa seorang guru
akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu yang dianggapnya dia mampu
mengerjakan, memberi manfaat bagi dirinya, tidak sedang terbebani, tugas
tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan, dan hubungan anatar
teman dalam organisasi tersebut harmonis.
d. Pengawasan (Controlling)
Menurut
Robert J. Mocker pengawasan Menejemen adalah suatu usaha sistematik untuk
menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang
sistem informasi umpan balik, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan
untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara
paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan.
3. Bidang Kegiatan
Pendidikan
Ngalim Purwanto (1986) mengelompokkan ke dalam 3 bagian, yaitu :
a. Administrasi
material, yaitu kegiatan yang menyangkut bidang materi/benda
b. Administrasi
personel, mencangkup di dalamnya guru dan sekolah, serta administrasi murid.
c. Administrasi
kurikulum, seerti tugas mengajar guru, penyusunan silabus atau persiapan
pembelajaran tahunan, harian dan mingguan.
Direktorat Pendidikan Menengah Umum
Depdiknas (1999) telah merbitkan buku Panduan Menejemen Sekolah, yang berisi :
1. Menejemen
Kurikulum
Prinsip dasarnya adalah berusaha agar proses pembelajarannya dapat
berjalan dengan bagi, dengan tolak ukur pencapaian oleh siswa dan mendorong
guru untuk menyusun terus menerus strategi pembelajaran.
2. Menejemen
Kesiswaan
Terdapat 4 prinsip dasar, yaitu :
a. Siswa harus diberlakukan
sebagai subjek dan bukan objek
b. Siswa sangat
beragam, baik kondisi fisik, intelektual, social ekonomi. Untuk itu harus
memiliki wahana kegiatan untuk berkembang secara optimal.
c. Siswa hanya
termotivasi belajar
d. Pengembangan
potensis siswa tidak hanya ke ranah kognitif, tetapi juga ke ranah afektif dan
motorik
3. Menejemen
personalia
Terdapat 4 prinsip dasar, yaitu :
a. Dalam
mengembangkan sekolah,SDM adalah komponen yang paling berharga
b. SDM akan
berperan secara optimal jika dikelola dengan baik
c. Kultur dan
suasana organisasi berpengaruh dalam pencapaian tujuan sekolah
d. Menejemen
personalia prinsipnya agar dapat bekerjasama untuk pencapaian tujuan sekolah.
4. Menejemen
Keuangan
Sekolah dalam mengelola dana, dikaitkan dengan program tahunan sekolah,
cara mengadministrasikan dana, melakukan pengawasan, pengendalian, serta
pemeriksaan.
5. Menejemen
Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah
Menejemen ini merupakan tindakan yang dilakukan secara periodic dan
terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, dll.
B.
Penggunaan Media Pembelajaran
Siswa
memiliki berbagai keunikan dan keberagamman dalam menangkap informasi dan
materi yang diberikan oleh guru. 3 tipe bentuk penerimaan oleh siswa :
a. Auditif yaitu siswa yang
senang mendengarkan penjelasan dari guru
b. Visual yaitu siswa lebih
senang melihat daripada mendengarkan
c. Kinestik, yaitu
siswa yang senangnya melakukan (lerning by doing)
1. Pengertian
Media Pembelajaran
LesleJ. Briggs (1979) menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai “alat
untuk memberi perangsang bagi peserta
didik supaya terjadi proses pembelajaran.”
Media pembelajaran memiliki peran sebagai alat bantu proses belajar
mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar sering kali ditandai dengan
adanya unsure tujuan, bahan, metode, dan alat, serta evaluasi. Unsur-unsur
tersebut saling berinteraksi dan berelasi. Metode dan alat dalam hal ini adalah
media pembelajaran berfungsi untuk menyampaiakan materi pelajaran agara
mencapai tujuan.
2. Kedudukan Media
dalam Pembelajaran
Kedudukan media dalam pembelajaran sangat penting bahkan sejajar dengan
metode pembelajaran, karena metode pembelajaran biasanya menuntut media apa
yang dapat diintegrasikan dan diadaptasikan dengan kondisi yang sedang
dihadapi.
Dalam proses pembelajarab terdapat tingkat proses aktivitas yang melibatkan
keberadaan media pembelajaran, yaitu : Tingkat pengolahan informasi,
penyampaian, penerimaan, pengolahan, respon dari siswa, diagnosis dari guru,
penilaian, dan penyampaian hasil.
3. Secra umum
klasifikasi media pembelajaran dikategorikan ke dalam tiga unsure pokok, yaitu
audio, visual, dan gerak.
Menurut Rudy Brets terdapat 7 klasifikasi media pembelajaran, yaitu
(1)media audio visual gerak, (2)media audio visual diam, (3)audio semi gerak,
(4)media visual gerak, (5)media visual diam, (6)media audio, dan (7)media
cetak.
4. Prosedur
Pemilihan Media
Beberapa prosedur dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :
a. Tujuan atau
kompetensi yang akan dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran
b. Materi
pembelajaran, yaitu bahan atau kajian yang akan diajarkan pada program
pembelajaran
c. Familiaritas
media dan karakter siswa/guru, yaitu mengkaji sifat-sifat dan cirri dari media
yang akan digunakan
d. Adanya media
yang bisa diperbandingkan.
C.
Penggunaan Strategi
dan Model-model Pembelajaran
1. Pengertian
Strategi, Pendekatan, dan Model Pembelajaran
Kemp. Dick, dan Carey (1985) menyebutkan bahwa strategi pembelajaran
merupakan suatu perangkat dan prosedur
pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil
belajar pada peserta didik atau siswa.
Sedangkan pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap proses pembelajaran. Roy Kellen (1998) berpendapat bahwa
terdapat 2 pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada
guru dan pendekatan yang berpusat pada siswa
Joyce dan Weil berpendapat bahwa model pembelajaran kurikulum (rencana
pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan
membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
2. Dasar
Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan guru dalam memilih strategi
pembelajaran, yaitu :
a. Pertimbangan
terhadap tujuan yang hendak dicapai
b. Pertimbangan
yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran
c. Pertimbangan
dari sudet peserta didik atau siswa
d. Pertimbangan
lainnya yang bersifat nonteknis
3. Strategi
Pembelajaran Kooperatif
Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah kontruktivisme. Pada
dasarnya pendekatan kontruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan dimana
siswa harus secara individual harus menemukan dan mentransformasikan informasi
yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan merevisinya bila
perlu(Soejadi dalam Teti Sobari, 2006:15). Menurut Slavin (2007), pembelajaran
kooperatif menggalakkan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam
kelompok. Ini membolehkan pertukaran ide dan pemeriksaan ide sendiri dalam
suasana yang tidak terencana, sesuai dengan falsafah kontruktivisme.
D.
Kualitas Kinerja Guru
1. Kualitas
Kinerja Guru
Ukuran kinerja menurut T.R. Mitchell (1989) dapat dilihat dari quality of works, promthness, initiative,
dan communication. Keempat komponen tersebut merupakan ukuran standard
kinerja yang dapat dijadikan dasar untuk mengetahui baik-buruknya atau efektif
tidaknya kinerja seorang guru.
Standard kinerja perlu dirumuskan untuk dijadikan acuan dalam mengadakan
perbandingan terhadap apa yang dicapai dengan apa yang diharapkan. Dengan kata
lain, standat kinerja dapat dijadikan patokan dalam mengadakan
pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dilaksanakan. Menurut Ivancevich
(1996), patokan tersebut meliputi : Hasil, Efisiensi, Kepuasan, dan
Keadaptasian.
Sementara menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru, standard kompetensi guru dikembangkan secara utuh ke dalam
empat kompetensi, yaitu :
a. Kompetensi
Pedagogik
b. Kompetensi
Kepribadian
c. Kompetensi
Sosial
d. Kompetensi
Profesional
2. Ukuran Kualitas
Kinerja Guru
Ivancevich bahwa ukuran kualitas kinerja guru dapat dilihat dari produktivitas
pendidikan yang telah dicapai menyangkut output siswa yang dihasilkan.
Hubungan produktivitas dengan kinerja seseorang dipaparkan Sustermeister
(1976) sebagai berikut :
a. Produktivitas
kira-kira 90% bergantung pada prestasi kerja dan 10% bergantung pada tekhnologi
dan bahan yang digunakan.
b. Prestasi kerja
itu sendiri untuk 80-90% bergantung pada motivasinya untuk bekerja, dan 10-20%
bergantung pada kemampuannya.
c. Motivasi kerja
50% bergantung pada kondisi social, 40% bergantung pada kebutuhan-kebutuhannya,
10% bergantung pada kondisi fisik.
Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja guru akan memiliki
pengaruh terhadap produktivitas pendidikan.
3. Kriteria
Kualitas Kinerja Guru
Kualitas kinerja guru dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru.
Menurut Glasser (1998), berkenaan dengan kompetensi guru, ada empat hal
yang harus dikuasai guru, yaitu menguasai bahan pelajaran, mampu mendiagnosis
tingkah laku siswa, mampu melaksanakan proses pembelajaran, dan mampu
mengevaluasi hasil belajar siswa.
4. Peran Guru
Peran guru yang dilakukan di sini berkaitan dengan peran guru dalam
proses pembelajaran. Guru merupakan factor penentu yang sangat dominan dalam
pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalam proses
bembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan
secara keseluruhan.
Peranan guru meliputi banyak hal, yaitu guru dapat berperan sebagai
pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan belajar, perencanaan
pembelajaran, supervisor, motivator, dan sebagai evaluator.
5. Tugas Guru
Tugas guru pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori,
yaitu tugas profensi, tugas kemanusiaan, dan tugas kemasyarakatan.
a. Tugas profensi.
Seorang guru harus melakukan proses pendidikan, pengajaran, dan pelatihan
b. Tugas dalam
kemanusiaan di sekolahan merupakan perwujudan dari tuntutan bahwa seorang guru
harus mampu menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.
c. Tugas
kemasyarakatan seorang guru harus bisa berperan aktif dalam sebuah masyarakat.
6. Indikator
Kinerja Guru
Georgia Departemen of Education telah mengembangkan techer performance assessment instrument yang
kemudian dimodifikasi oleh Depdiknas menjadi Alat Penilaian Kemampuan Guru
(APKG). Alat penelitian ini menyoroti
tiga aspek utama kemampuan guru, yaitu (1)rencana pembelajaran
(2)prosedur pembelajaran dan hubungan antar pribadi (3)penilaian pembelajaran.
E.
Monitoring Pelaksanaan
Kurikulum (Pembelajaran)
1. Konsep Dasar
Memantau Pelaksanaan Pembelajaran
Memantau pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan monitoring yang
menyertakan proses pengumpulan, penganalisisan, pencatatan, pelaporan, dan
penggunaan informasi menejemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
2. Tujuan Utama
Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran
Tujuan utama dalam memantau pelaksanaan pembelajaran adalah :
a. Menyediakan
informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran
b. Mendorong
diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran
c. Menyumbang pada
akuntabilitas
d. Menyediakan
sumber informasi kemajuan/prestasi utama bagi para pengambil keputusan
e. Memberikan
masukan terhadap pengambilan keputusan
3. Kerangka
Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran
Maksud dari kerangka kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran adalah
untuk menyediakan sebuah basis konseptual dan metodologi bagi pelakanaan
pemantauan/monitoring sewaktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsung,
dan untuk menjelaskan instrument tertentu yang akan digunakan untuk
memfasilitasi pengumpulan informasi dan pelaporan.
Kerangka kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran terfokus pada
perencanaan, proses, hasil, dan dampak serta lebih menekankan pada proses
pembelajaran, hasil, efektivitas, keberhasilan guru dalam merencanakan dan
melaksanakan kegiatan pembelajaran.
4. Pemantauan
Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Keberhasilan pelaksanaan dalam mencapai tujuan kurikuler sangat
bergantung pada beberapa factor, diantaranya adalah factor guru, ketersediaan
sarana dan prasarana, system penilaian yang digunakan, buku sebagai sumber
belajar, perangkat pembelajaran berupa silabus, dan pemberdayaan peran serta
masyarakat serta dalam keseluruhan kegiatan pendidikan.
5. Standard
Kompetensi Guru
Standard kompetensi guru adalah ukuran yang ditetapkan atau yang
dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku layaknya
seorang guru untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugasm
kualifikasi, dan jenjang pendidikan.
Ruang lingkup standard kompetensi guru meliputi tiga komponen
kompetensi, yaitu :
a. Kompetensi
pengelolaan pembelajaran
b. Kompetensi
pengembangan potensi
c. Kompetensi
penguasaan akademik
Ciri-ciri guru yang professional :
a. Komitmen dalam
kepentingan siswa dan pelaksanaan pembelajaran
b. Menguasai
secara mendalam materi dan penggunaan strategi pembelajaran
c. Mampu berpikir
sistematik dan selalu belajar dari pengalaman, maupun refleksi diri dan
koreksi, dll.
6. Kompetensi
Dasar Pelaksanaan Pembelajaran
Secara khusus ddalam PP No. 19 Tahun 2005 ditegaskan bahwa kompetensi
yang harus dimiliki oleh para guru meliputi : (1)Kompetensi Pedagogik,
(2)Kompetensi Kepribadian, (3)Kompetensi Profesioanal, (4)Kompetensi Sosial.
Keterampilan dalam pelaksanaan pembelajaran merupakan kemampuan pokok
yang harus dikuasai oleh para guru. Jika dikaitkan dengan empat kompetensi di
atas, keterampilan dasar pelaksanaan pembelajaran termasuk ke dalam kompetensi
profesioanal. Dalam menerapkan setiap jenis ketrampilan dasar mengajar
tersebut, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi siswa.
7. Sarana dan
Prasarana
Implementasi kurikulum yang berbasis kompetensi mesti didukung dengan
berbagai sarana dan prasarana yang memadai. Di samping gedung untuk ruangan
kelas, meja dan kursi sesuai dengan jumlah murid dan guru, ruangan kantor,
laboratorium, alat pembelajaran, dan perpustakaan, diperlukan pula sarana
penunjang seperti tempat ibadah, kebun percontohan, koperasi, dan perbengkelan.
Di samping sarana di atas, diperlukan juga prasarana bembelajaran yaitu
berupa media pembelajaran. Baik media cetak maupun elektronik.
8. Penggunaan
Media dan Sumber Belajar
Hasil riset BAVA (British Audio
Visual Aids) memaparkan bahwa hasil pembelajaran yang tidak menggunakan
media hanya terserap 13% dari keseluruhan materi yang telah diberikan. Dengan
menggunakan media pembelajaran materi yang terserap bisa ditingkatkan menjadi
86%. Untuk itu para guru yang telah melaksanakan pemebelajaran jangan merasa
puas dulu bila belum menggunakan media pembelajaran. Bisa jadi yang terserap
hanya 16% seperti yang telah dipaparkan oleh BAVA di atas.
Kedudukan media dalam suatu pembelajaran sangat penting, walaupun sampai
saat ini media mungkin tidak begitu dipahami secara spesifik.
9. Perangkat
Pembelajaran (Silabus dan RPP)
Kegiatan perencanaan dan pengembangan kurikulum bergerak maju secara
sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, formulasi tujuan, seleksi bahan
ajar, organisasi materi, seleksi pengalaman belajar, pengorganisasian
pengalaman belajar, hinga kegiatan evaluasi dan saranayang diperlukan untuk
kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, kegiatana seleksi
pengalaman belajar dan pengorganisasiannya dikenal dengan perencanaan silabus.
Silabus adalah rancangan program pembelajaran satu atau dua kelompok
mata pelajaran yang berisi standard kompetensi dan kompetensi dasar yang harus
dicapai oleh siswa, pokok materi yang harus dipelajari siswa, serta bagaimana
mempelajarinya, dan bagaimana cara untuk mengetahui ketercapaian kompetensi
yang telah ditentukan.
BAB III
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Dari materi di atas dapat ditarik kesimpalan bahwa dalam sebuah lembaga
khususnya sekolah sangat bergantung dengan menejemen. Karena menejemen
merupakan suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan. Agar sebuah tujuan
dapat tercapai sesuai target.
Selain itu, media pembelajaran juga tidak kalah pentingnya dengan
menejemen. Karena pada dasarnya sebuah target pembelajaran membutuhkan media
untuk berjalannya atau tercapainya sebuah pembelajaran.
Strategi dan model pembelajaran juga ikut andil dalam mewujudkan target
pembelajaran tersebut. Dengan berbagai strategi dan model pembelajaran, guru
diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik.
Sukses tidaknya murid dalam belajar juga tergantung dari kualitas
kinerja guru. Karena paada dasarnya guru bukan hanya sebagai stimulus berjalannya
pembelajaran, melainkan juga contoh bagi peserta didik. Dengan adanya kualitas
kinerja guru akan menumbuhkan keprofesionalan guru dalam mengajar.
Monitoring pelaksanaan kurikulum juga bagian yang penting, karena sebuah
pembelajaran akan berjalan lebih terarah dengan adanya perencanaan
pembelajaran.
Rusman,2009,Menejemen Kurikulum,Jakarta:Rajawali
Pers.
Muhamad,Menejemen Bank Syari’ah,Yogyakarta:
(UPP) AMP YKPN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar