Jumat, 16 Juni 2017



MENEJEMEN PENDIDIKAN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan
Dosen pengampu: Sarjono, S.Pd., M.M.Pd




Disusun oleh:
Winarti (2015010180)
PAI 3C



FAKULTAS ILMU TARBIYAH  DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN(UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena nikmat dan ridhoNya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Agung Muhammad SAW.
Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya menyusun makalah ini, baik teman-teman maupun dosen.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui mengenai Menejemen Pendidikan matakuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi pembaca, meskipun masih banyak kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih.


Wonosobo, Oktober 2016







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................................................         i
KATA PENGANTAR.................................................................................................................        ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................       iii
.................. BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................     
A.      Latar Belakang Masalah.................................................................................        1
B.      Rumusan Masalah ........................................................................................        1
C.      Tujuan..........................................................................................................        1

                   BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................................
A.      Menejemen Sekolah....................................................................................        2
B.      Penggunaan Media Pembelajaran.................................................................        6
C.      Strategi dan Model-model Pembelajaran......................................................        8
D.      Kualitas Kinerja Guru....................................................................................        9
E.       Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran).......................................      12
                    BAB III PENUTUP ....................................................................................................
KESIMPULAN.......................................................................................................      17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................      18




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Menejemen adalah suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan, pengarahan, pengembanagan personal, perencanaan, dan pengawasan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang berkenaan dengan unsure-unsur pokok dalam suatu proyek. Tujuannya adalah agar hasil-hasil yang ditargetkan dapat tercapai dengan cara yang efektif dan efisien.
Dalam makalah saya kali ini akan memaparkan tentang menejemen yang berada di dalam lingkungan sekolah.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Menejemen Sekolah ?
2.      Bagaimana Penggunaan Media Pembelajaran ?
3.      Bagaimana Strategi dan Model-model Pembelajaran ?
4.      Apa saja Kualitas Kinerja Guru ?
5.      Bagaimana Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran) ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian Menejemen Sekolah
2.      Mengetahui Penggunaan Media Pembelajaran
3.      Mengetahui Strategi dan Model-model Pembelajaran
4.      Mengetahui Kualitas Kinerja Guru
5.      Mengetahui Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran)

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Menejemen Sekolah
1.      Pengertian Menejemen Sekolah
Pengertian Menejemen menurut Kathryn M. Bartol dan David C. Martin (1995), adalah proses untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama, yaitu merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, Menejemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan.
Menurut Stoner(1995) Menejemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lain agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, Menejemen pendidikan merupakan suatu kegiatan, Menejemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya, dan Menejemen pendidika berupaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang teah ditetapkan.
2.      Fungsi Menejemen
Menurut Djam’an Satory (1980) Menejemen pendidikan merupakan suatu tindakan. Tindakan yang dimaksud adalah :
a.       Perencanaan (Planning)
Menurut T. Hani Handoko (1995) perencanaan adalah penilaian atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Arti penting perencanaan adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan dengan seefisien dan seefektif mungkin.
b.      Pengorganisasian (Organizing)
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif anatara orang-orang sehingga mereka bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu.
Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa setiap kegiatan harus jelas siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa targentnya.s
c.       Pelaksanaan (Actuating)
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa Pelaksanaan merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas, dan tanggung jawabnya.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan adalah bahwa seorang guru akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu yang dianggapnya dia mampu mengerjakan, memberi manfaat bagi dirinya, tidak sedang terbebani, tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan, dan hubungan anatar teman dalam organisasi tersebut harmonis.
d.      Pengawasan (Controlling)
Menurut Robert J. Mocker pengawasan Menejemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan.
3.      Bidang Kegiatan Pendidikan
Ngalim Purwanto (1986) mengelompokkan ke dalam 3 bagian, yaitu :
a.       Administrasi material, yaitu kegiatan yang menyangkut bidang materi/benda
b.      Administrasi personel, mencangkup di dalamnya guru dan sekolah, serta administrasi murid.
c.       Administrasi kurikulum, seerti tugas mengajar guru, penyusunan silabus atau persiapan pembelajaran tahunan, harian dan mingguan.
Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas (1999) telah merbitkan buku Panduan Menejemen Sekolah, yang berisi :
1.      Menejemen Kurikulum
Prinsip dasarnya adalah berusaha agar proses pembelajarannya dapat berjalan dengan bagi, dengan tolak ukur pencapaian oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun terus menerus strategi pembelajaran.
2.      Menejemen Kesiswaan
Terdapat 4 prinsip dasar, yaitu :
a.       Siswa harus diberlakukan sebagai subjek dan bukan objek
b.      Siswa sangat beragam, baik kondisi fisik, intelektual, social ekonomi. Untuk itu harus memiliki wahana kegiatan untuk berkembang secara optimal.
c.       Siswa hanya termotivasi belajar
d.      Pengembangan potensis siswa tidak hanya ke ranah kognitif, tetapi juga ke ranah afektif dan motorik
3.      Menejemen personalia
Terdapat 4 prinsip dasar, yaitu :
a.       Dalam mengembangkan sekolah,SDM adalah komponen yang paling berharga
b.      SDM akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik
c.       Kultur dan suasana organisasi berpengaruh dalam pencapaian tujuan sekolah
d.      Menejemen personalia prinsipnya agar dapat bekerjasama untuk pencapaian tujuan sekolah.
4.      Menejemen Keuangan
Sekolah dalam mengelola dana, dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan dana, melakukan pengawasan, pengendalian, serta pemeriksaan.


5.      Menejemen Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah
Menejemen ini merupakan tindakan yang dilakukan secara periodic dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, dll.
B.     Penggunaan Media Pembelajaran
Siswa memiliki berbagai keunikan dan keberagamman dalam menangkap informasi dan materi yang diberikan oleh guru. 3 tipe bentuk penerimaan oleh siswa :
a.       Auditif yaitu siswa yang senang mendengarkan penjelasan dari guru
b.      Visual yaitu siswa lebih senang melihat daripada mendengarkan
c.       Kinestik, yaitu siswa yang senangnya melakukan (lerning by doing)
1.      Pengertian Media Pembelajaran
LesleJ. Briggs (1979) menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai “alat untuk memberi perangsang  bagi peserta didik supaya terjadi proses pembelajaran.”
Media pembelajaran memiliki peran sebagai alat bantu proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar sering kali ditandai dengan adanya unsure tujuan, bahan, metode, dan alat, serta evaluasi. Unsur-unsur tersebut saling berinteraksi dan berelasi. Metode dan alat dalam hal ini adalah media pembelajaran berfungsi untuk menyampaiakan materi pelajaran agara mencapai tujuan.
2.      Kedudukan Media dalam Pembelajaran
Kedudukan media dalam pembelajaran sangat penting bahkan sejajar dengan metode pembelajaran, karena metode pembelajaran biasanya menuntut media apa yang dapat diintegrasikan dan diadaptasikan dengan kondisi yang sedang dihadapi.
Dalam proses pembelajarab terdapat tingkat proses aktivitas yang melibatkan keberadaan media pembelajaran, yaitu : Tingkat pengolahan informasi, penyampaian, penerimaan, pengolahan, respon dari siswa, diagnosis dari guru, penilaian, dan penyampaian hasil.
3.      Secra umum klasifikasi media pembelajaran dikategorikan ke dalam tiga unsure pokok, yaitu audio, visual, dan gerak.
Menurut Rudy Brets terdapat 7 klasifikasi media pembelajaran, yaitu (1)media audio visual gerak, (2)media audio visual diam, (3)audio semi gerak, (4)media visual gerak, (5)media visual diam, (6)media audio, dan (7)media cetak.
4.      Prosedur Pemilihan Media
Beberapa prosedur dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :
a.       Tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran
b.      Materi pembelajaran, yaitu bahan atau kajian yang akan diajarkan pada program pembelajaran
c.       Familiaritas media dan karakter siswa/guru, yaitu mengkaji sifat-sifat dan cirri dari media yang akan digunakan
d.      Adanya media yang bisa diperbandingkan.

C.    Penggunaan Strategi dan Model-model Pembelajaran
1.      Pengertian Strategi, Pendekatan, dan Model Pembelajaran
Kemp. Dick, dan Carey (1985) menyebutkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu perangkat dan prosedur  pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik atau siswa.
Sedangkan pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Roy Kellen (1998) berpendapat bahwa terdapat 2 pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan yang berpusat pada siswa
Joyce dan Weil berpendapat bahwa model pembelajaran kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
2.      Dasar Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan guru dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu :
a.       Pertimbangan terhadap tujuan yang hendak dicapai
b.      Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran
c.       Pertimbangan dari sudet peserta didik atau siswa
d.      Pertimbangan lainnya yang bersifat nonteknis

3.      Strategi Pembelajaran Kooperatif
Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah kontruktivisme. Pada dasarnya pendekatan kontruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan dimana siswa harus secara individual harus menemukan dan mentransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan merevisinya bila perlu(Soejadi dalam Teti Sobari, 2006:15). Menurut Slavin (2007), pembelajaran kooperatif menggalakkan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. Ini membolehkan pertukaran ide dan pemeriksaan ide sendiri dalam suasana yang tidak terencana, sesuai dengan falsafah kontruktivisme.
D.    Kualitas Kinerja Guru
1.      Kualitas Kinerja Guru
Ukuran kinerja menurut T.R. Mitchell (1989) dapat dilihat dari quality of works, promthness, initiative, dan communication. Keempat komponen tersebut merupakan ukuran standard kinerja yang dapat dijadikan dasar untuk mengetahui baik-buruknya atau efektif tidaknya kinerja seorang guru.
Standard kinerja perlu dirumuskan untuk dijadikan acuan dalam mengadakan perbandingan terhadap apa yang dicapai dengan apa yang diharapkan. Dengan kata lain, standat kinerja dapat dijadikan patokan dalam mengadakan pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dilaksanakan. Menurut Ivancevich (1996), patokan tersebut meliputi : Hasil, Efisiensi, Kepuasan, dan Keadaptasian.
Sementara menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, standard kompetensi guru dikembangkan secara utuh ke dalam empat kompetensi, yaitu :
a.       Kompetensi Pedagogik
b.      Kompetensi Kepribadian
c.       Kompetensi Sosial
d.      Kompetensi Profesional
2.      Ukuran Kualitas Kinerja Guru
Ivancevich bahwa ukuran kualitas kinerja guru dapat dilihat dari produktivitas pendidikan yang telah dicapai menyangkut output siswa yang dihasilkan.
Hubungan produktivitas dengan kinerja seseorang dipaparkan Sustermeister (1976) sebagai berikut :
a.       Produktivitas kira-kira 90% bergantung pada prestasi kerja dan 10% bergantung pada tekhnologi dan bahan yang digunakan.
b.      Prestasi kerja itu sendiri untuk 80-90% bergantung pada motivasinya untuk bekerja, dan 10-20% bergantung pada kemampuannya.
c.       Motivasi kerja 50% bergantung pada kondisi social, 40% bergantung pada kebutuhan-kebutuhannya, 10% bergantung pada kondisi fisik.
Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa kinerja guru akan memiliki pengaruh terhadap produktivitas pendidikan.
3.      Kriteria Kualitas Kinerja Guru
Kualitas kinerja guru dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Menurut Glasser (1998), berkenaan dengan kompetensi guru, ada empat hal yang harus dikuasai guru, yaitu menguasai bahan pelajaran, mampu mendiagnosis tingkah laku siswa, mampu melaksanakan proses pembelajaran, dan mampu mengevaluasi hasil belajar siswa.
4.      Peran Guru
Peran guru yang dilakukan di sini berkaitan dengan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru merupakan factor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalam proses bembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Peranan guru meliputi banyak hal, yaitu guru dapat berperan sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan belajar, perencanaan pembelajaran, supervisor, motivator, dan sebagai evaluator.
5.      Tugas Guru
Tugas guru pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu tugas profensi, tugas kemanusiaan, dan tugas kemasyarakatan.
a.       Tugas profensi. Seorang guru harus melakukan proses pendidikan, pengajaran, dan pelatihan
b.      Tugas dalam kemanusiaan di sekolahan merupakan perwujudan dari tuntutan bahwa seorang guru harus mampu menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua.
c.       Tugas kemasyarakatan seorang guru harus bisa berperan aktif dalam sebuah masyarakat.
6.      Indikator Kinerja Guru
Georgia Departemen of Education telah mengembangkan techer performance assessment instrument yang kemudian dimodifikasi oleh Depdiknas menjadi Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Alat penelitian ini menyoroti  tiga aspek utama kemampuan guru, yaitu (1)rencana pembelajaran (2)prosedur pembelajaran dan hubungan antar pribadi (3)penilaian pembelajaran.
E.     Monitoring Pelaksanaan Kurikulum (Pembelajaran)
1.      Konsep Dasar Memantau Pelaksanaan Pembelajaran
Memantau pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan monitoring yang menyertakan proses pengumpulan, penganalisisan, pencatatan, pelaporan, dan penggunaan informasi menejemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
2.      Tujuan Utama Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran
Tujuan utama dalam memantau pelaksanaan pembelajaran adalah :
a.       Menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran
b.      Mendorong diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran
c.       Menyumbang pada akuntabilitas
d.      Menyediakan sumber informasi kemajuan/prestasi utama bagi para pengambil keputusan
e.       Memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan
3.      Kerangka Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran
Maksud dari kerangka kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran adalah untuk menyediakan sebuah basis konseptual dan metodologi bagi pelakanaan pemantauan/monitoring sewaktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran berlangsung, dan untuk menjelaskan instrument tertentu yang akan digunakan untuk memfasilitasi pengumpulan informasi dan pelaporan.
Kerangka kegiatan memantau pelaksanaan pembelajaran terfokus pada perencanaan, proses, hasil, dan dampak serta lebih menekankan pada proses pembelajaran, hasil, efektivitas, keberhasilan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.
4.      Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran 
Keberhasilan pelaksanaan dalam mencapai tujuan kurikuler sangat bergantung pada beberapa factor, diantaranya adalah factor guru, ketersediaan sarana dan prasarana, system penilaian yang digunakan, buku sebagai sumber belajar, perangkat pembelajaran berupa silabus, dan pemberdayaan peran serta masyarakat serta dalam keseluruhan kegiatan pendidikan.
5.      Standard Kompetensi Guru
Standard kompetensi guru adalah ukuran yang ditetapkan atau yang dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku layaknya seorang guru untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugasm kualifikasi, dan jenjang pendidikan.
Ruang lingkup standard kompetensi guru meliputi tiga komponen kompetensi, yaitu :
a.       Kompetensi pengelolaan pembelajaran
b.      Kompetensi pengembangan potensi
c.       Kompetensi penguasaan akademik
Ciri-ciri guru yang professional :
a.       Komitmen dalam kepentingan siswa dan pelaksanaan pembelajaran
b.      Menguasai secara mendalam materi dan penggunaan strategi pembelajaran
c.       Mampu berpikir sistematik dan selalu belajar dari pengalaman, maupun refleksi diri dan koreksi, dll.
6.      Kompetensi Dasar Pelaksanaan Pembelajaran
Secara khusus ddalam PP No. 19 Tahun 2005 ditegaskan bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh para guru meliputi : (1)Kompetensi Pedagogik, (2)Kompetensi Kepribadian, (3)Kompetensi Profesioanal, (4)Kompetensi Sosial.
Keterampilan dalam pelaksanaan pembelajaran merupakan kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh para guru. Jika dikaitkan dengan empat kompetensi di atas, keterampilan dasar pelaksanaan pembelajaran termasuk ke dalam kompetensi profesioanal. Dalam menerapkan setiap jenis ketrampilan dasar mengajar tersebut, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi siswa.
7.      Sarana dan Prasarana
Implementasi kurikulum yang berbasis kompetensi mesti didukung dengan berbagai sarana dan prasarana yang memadai. Di samping gedung untuk ruangan kelas, meja dan kursi sesuai dengan jumlah murid dan guru, ruangan kantor, laboratorium, alat pembelajaran, dan perpustakaan, diperlukan pula sarana penunjang seperti tempat ibadah, kebun percontohan, koperasi, dan perbengkelan.
Di samping sarana di atas, diperlukan juga prasarana bembelajaran yaitu berupa media pembelajaran. Baik media cetak maupun elektronik.
8.      Penggunaan Media dan Sumber Belajar
Hasil riset BAVA (British Audio Visual Aids) memaparkan bahwa hasil pembelajaran yang tidak menggunakan media hanya terserap 13% dari keseluruhan materi yang telah diberikan. Dengan menggunakan media pembelajaran materi yang terserap bisa ditingkatkan menjadi 86%. Untuk itu para guru yang telah melaksanakan pemebelajaran jangan merasa puas dulu bila belum menggunakan media pembelajaran. Bisa jadi yang terserap hanya 16% seperti yang telah dipaparkan oleh BAVA di atas.
Kedudukan media dalam suatu pembelajaran sangat penting, walaupun sampai saat ini media mungkin tidak begitu dipahami secara spesifik.
9.      Perangkat Pembelajaran (Silabus dan RPP)
Kegiatan perencanaan dan pengembangan kurikulum bergerak maju secara sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, formulasi tujuan, seleksi bahan ajar, organisasi materi, seleksi pengalaman belajar, pengorganisasian pengalaman belajar, hinga kegiatan evaluasi dan saranayang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, kegiatana seleksi pengalaman belajar dan pengorganisasiannya dikenal dengan perencanaan silabus.
Silabus adalah rancangan program pembelajaran satu atau dua kelompok mata pelajaran yang berisi standard kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa, pokok materi yang harus dipelajari siswa, serta bagaimana mempelajarinya, dan bagaimana cara untuk mengetahui ketercapaian kompetensi yang telah ditentukan.











BAB III
PENUTUPAN

KESIMPULAN
Dari materi di atas dapat ditarik kesimpalan bahwa dalam sebuah lembaga khususnya sekolah sangat bergantung dengan menejemen. Karena menejemen merupakan suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan. Agar sebuah tujuan dapat tercapai sesuai target.
Selain itu, media pembelajaran juga tidak kalah pentingnya dengan menejemen. Karena pada dasarnya sebuah target pembelajaran membutuhkan media untuk berjalannya atau tercapainya sebuah pembelajaran.
Strategi dan model pembelajaran juga ikut andil dalam mewujudkan target pembelajaran tersebut. Dengan berbagai strategi dan model pembelajaran, guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik.
Sukses tidaknya  murid  dalam belajar juga tergantung dari kualitas kinerja guru. Karena paada dasarnya guru bukan hanya sebagai stimulus berjalannya pembelajaran, melainkan juga contoh bagi peserta didik. Dengan adanya kualitas kinerja guru akan menumbuhkan keprofesionalan guru dalam mengajar.
Monitoring pelaksanaan kurikulum juga bagian yang penting, karena sebuah pembelajaran akan berjalan lebih terarah dengan adanya perencanaan pembelajaran.


DAFTAR PUSTAKA
Rusman,2009,Menejemen Kurikulum,Jakarta:Rajawali Pers.
Muhamad,Menejemen Bank Syari’ah,Yogyakarta: (UPP) AMP YKPN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar