Jumat, 16 Juni 2017



KONSEP PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL QUR’AN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Al-Qur’an dan Sains Modern
Dosen pengampu: H. Wajihudin.Alh.,M.Pd.I.




Disusun oleh kelompok 4 :

1.      Farisi Ardani(10)
2.      Winarti(11)
3.      Ulul Azmi(12)
PAI 3C


FAKULTAS ILMU TARBIYAH  DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN(UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena nikmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Agung Muhammad SAW.
Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami menyusun makalah ini, baik teman-teman maupun dosen.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui mengenai Konsep Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an dalam matakuliah Al-Qur’an dan Sains Modern. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi pembaca, meskipun masih banyak kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih.


Wonosobo, November 2016











DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................       i
KATA PENGANTAR..............................................................................................................      ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................     iii
                   BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................     
A.    Latar Belakang Masalah......................................................................................................      1
B.     Rumusan Masalah ...............................................................................................................      1
C.     Tujuan..................................................................................................................................      1

                   BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................
A.    Istilah Manusia Dalam Al-Qur’an.......................................................................................      2
B.     Allah Yang Menciptakan Manusia .....................................................................................      2
C.     Proses Penciptaan Manusia..................................................................................................      2

                 BAB III PENUTUP .............................................................................................................
KESIMPULAN..................................................................................................................      6
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................      7


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi merupakan topik bahasan yang gencar dibicarakan oleh para ilmuan, sama halnya dengan Al-Qur’an juga membicarakan perkembangan kehidupan manusia secara ilmiah. Allah SWT dengan kekuasaa-Nya bisa menciptakan makhluk cukup dengan firman-Nya yaitu  “kun fayakun”.
Para ilmuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Di sisi lain, ahli agama menentang adanya teori evolusi manusia tersebut. Khususnya agama Islam yang meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam a.s. disusul Siti Hawa dan kemudian keturunan-keturunannya hingga menjadi banyak seperti sekarang ini. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan proses penciptaan manusia menurut Al Qur’an.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Istilah Manusia dalam Al-Qur’an?
2.      Bagaimana Allah menciptakan manusia ?
3.      Bagaimana Proses Penciptaan manusia ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui Istilah Manusia dalam Al-Qur’an
2.      Mengetahui cara Allah menciptakan manusia
3.      Menegetahui Proses Penciptaan manusia









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Istilah Manusia dalam Al Qur’an
M.Quraish Shihab (2000: 278-9) menunjukan ada dua kata yang digunakan Al-Qur’an dalam menyebut ‘Manusia’, yaitu :
1.      Basyar (بشر)
Istilah Basyar (بشر) lebih banyak menggambarkan persamaan yang ada pada semua manusia, baik dalam aspek fisik maupun psikis
2.      Insan (انسن)
Kata Insan (انسن) digunakan untuk menunjuk manusia secara utuh, juga menggunakan perbedaan antara seseorang dengan lainnya

B.     Allah Yang Menciptakan Manusia
Manusia pada mulanya tidak ada kemudian ada, adanya manusia bukan ada dengan sendirinya tetapi ada yang mengadakan, yang mengadakan atau menciptakan manusia adalah Allah SWT.[1]
Dalam proses penciptaan manusia Allah melibatkan pihak lain yaitu bapak dan ibu sebagai perantara. Tetapi adapula manusia yang diciptakan langsung oleh Allah SWT sendiri tanpa melibatkan pihak lain seperti penciptaan Nabi Adam a.s.

C.    Proses Penciptaan Manusia
1.      Penciptaan Nabi Adam
Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
وَ لَقَدْ خَلَقْنَا اْلِانْسَانَ مِنْ صَلْصَا لٍ مِّنْ حَمَا مَّسْنُوْنٍ (الحخر: 26 )
 “Dan Sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al Hijr [26])

وَاِذْقَالَ رَ بُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ إِنِّي خَالِقُ بَشَرًامِّنْ صَلْصَا لٍمِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُونٍ (الحخر:28 )
 “Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, ‘sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk’.” (QS. Al Hijr [28])

َاِذَاسَوَّ يْتُهُ وَ نَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ و حِي فَقَعُواْ لَهُ سَجِدِ ينَ (الحخر: 29 )
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al Hijr [29])
Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :
Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)
2.      Penciptaan Siti Hawa
Siti Hawa adalah orang ke dua yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai pasangan Nabi Adam. Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuknya Nabi Adam as. Hal ini sesuai dengan firman Allah :

سُبْحَنَ الَّذِ ي خَلَقَ اْلأزْوَجَ‌‌‍ كُلَّهَ مِمَّا تُنبِتُ اْلأَرْضُ وَ مِنْ أَنفُسِهِمْ وَ مِمَّا لَا يَعْلَمُونَ (يس:36)
“Maha Suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS.Yaasin: [36])

يَآ يُّهَاالنَّا سُ اتَّقُواْ رَ بِّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَفْسٍ وَا حِدَةٍوَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيًراوَنِسَآءً ج وَاتَّقُواْالَلَه الَّذِي تَسَآءَ لُونَ بِهِ وَاْلاَرْحَامَ قلى إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء:1)  
“Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An Nisaa: [1])

Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)


3.      Penciptaan Nabi Isa As
Nabi Isa terlahir dari seorang ibu bernama Maryam dan tidak memiliki seorang ayah. Tetapi bukan berarti nabi Isa terlahir dari hubungan perzinaan dengan seorang laki-laki dan sejatinya Maryam tidak pernah disentuh oleh laki-laki.
Firman Allah :
إذَقَالَتِ الْمَلَءِكَةِ يَمَرْيَمُ إِنَّاللهَ يُبَشِّرُ كِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ صلى اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًافِى الدُّ نْيَا وَالْاَخِرَةِوَمِنَ اْلمُقَرَّبِينَ (ال عمران:45)          
)Ingatlah( ketika para Malaikat berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya Al Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (Ali Imran 45)

اِنَّ مَثَلَ عِيسَ عِنْدَاللهِ كَمَثَلِ اَدَمَ قلى  خَلَقَهُ مِنْ تُرَا بٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ ،كُنْ فَيَكُونُ(ال عمرا ن:59 )
 “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) ‘Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ (seorang manusia) maka jadilah dia.” (QS. Ali ‘Imran[59])

4.      Penciptaan manusia keturunan Nabi Adam dan Hawa
Kejadian manusia keempat adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s.
Allah berfirman :

وَلَقَدْ خَلَقْنَااْلاِنْسَانَ مِنْ سُلَلَةٍ مِّن طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَهُ نُطْفَةَ فِي قَرَارٍمَّكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَااْلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا اْلعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقنَا اْلمُضْغَةً عِظَمًا فَكَسَوْنَااْلعِظَمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَاْنَهُ خَلْقًااَخَرَ قلى فَتَبَارَكَا للهُ أَحْسَنُ اْلخَلِقِينَ(14)
 “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudaian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentu) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.” (Qs. Al Mu’minun [12-14])
Perkembangan janin manusia tahap demi tahap di dalam rahim sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
1.      Nutfah
Secara harfiah berarti setetes cairan. Di dalam Al-Qur’an dignakan dengan tiga konotasi yang berbeda tetapi saling berhubungan, yaitu:
a.       Nuthfah laki-laki
b.      Nuthfah wanita
c.       Nuthfah laki-laki dan wanita yang saling berpadu dan menjadi satu kesatuan secara sempurna, yang di dalam Al-Qur’an dinyatakan sebagai nuthfah amsyaj[2]
2.      Alaqoh
Secara harfiah berarti sesuatu yang menempel dan melekat pada rahim, hal ini dengan jelas menggambarkan tahap implantasi.
3.      Mudigah
Secara harfiah berarti sepotong daging yang telah dikunyah. Al-Qur’an menggambarkan tahap ini seolah-olah ia adalah sepotong daging atau makanan yang telah dikunyah dan bekas gigitan gigi tampak jelas pada mudigah ini.
Mudigah ini sangat sesuai dengan tahap somit di dalam ilmu embriologi. Di dalam Al-Qur’an mudigah dibagi lagi menjadi:
a.       Mudigah mukhalagoh
b.      Mudigah ghair mukhallagoh.[3]
Penafsiran mukhallaqah dan ghair mukhalaqoh menunjuk pada:
a.       Pembentukan organ-organ pada tahap ini (mukhalagoh)
b.      Penghentian yang terjadi pada tahap ini (ghair mukhallaqoh)
c.       Diferensiasi, yang mulai pada ghair mukhallagoh dan berlanjut sepanjang hidup.
Rentang waktu tahap ini diramalkan oleh hadis Nabi Muhammad saw dinyatakan pada 40-45 hari seteah peristiwa pembuahan.
4.      Pembentukan Tulang dan Otot dari Mudiqah
Al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa mudigah adalah perubhan menjadi tulang-tulang dan tulang-tulang tersebut dibungkug oleh otot (daging).
BAB III
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Dari uraian materi tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah manusia dalam Al Qur’an ada dua yaitu Istilah Basyar (بشر) yang lebih banyak menggambarkan persamaan pada semua manusia, baik dalam aspek fisik maupun psikis, dan Insan (انسن) yang digunakan untuk menunjuk manusia secara utuh, juga menggunakan perbedaan antara seseorang dengan lainnya.
Manusia pada mulanya tidak ada kemudian ada, adanya manusia bukan ada dengan sendirinya tetapi ada yang mengadakan, yang mengadakan atau menciptakan manusia adalah Allah SWT.
Sedangkan pada proses penciptaan manusia, dimulai dengan proses penciptaan nabi Adam yang diciptakan dari tanah tanpa melalui perantara ibu dan ayah, kemudian proses penciptaan Siti Hawa sebagai pendamping nabi Adam yang hanya diciptakan dari tulang rusuk nabi adam, selanjutnya proses penciptaan nabi Isa’ yang terlahir dari seorang ibu bernama Maryam tanpa seorang ayah. Dan yang terakhir proses penciptaan manusia pada umumnya yaitu keturunan nabi Adam dan Hawa.













DAFTAR PUSTAKA

Albar, Muhammad Ali. 2001. Penciptaan Manusia. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Gazali, Imam. 2001. Hikmah Penciptaan Manusia. Jakarta: Lentera
Harahap, Hakim Muda. 2007. Rahasia Al-Qur’an. Depok: Darul Hikmah
Sutoyo, Anwar. 2015. Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


[1] Anwar Sutoyo,2015.Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an.Yogyakarta,Pustaka Pelajar.hlm.37
[2] Surat 76 ayat (2)
[3] Surat 22 ayat 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar