KONSEP PENCIPTAAN
MANUSIA MENURUT AL QUR’AN
Makalah ini disusun guna
memenuhi tugas mata kuliah Al-Qur’an dan Sains Modern
Dosen pengampu: H.
Wajihudin.Alh.,M.Pd.I.
Disusun oleh kelompok 4 :
1.
Farisi
Ardani(10)
2.
Winarti(11)
3.
Ulul Azmi(12)
PAI
3C
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS SAINS
AL-QUR’AN(UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena nikmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat
serta salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Agung Muhammad SAW.
Ucapan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami menyusun makalah ini,
baik teman-teman maupun dosen.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat mengetahui mengenai Konsep Penciptaan
Manusia Menurut Al-Qur’an dalam matakuliah Al-Qur’an dan Sains Modern. Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi pembaca, meskipun masih banyak kekurangan. Untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Terima kasih.
Wonosobo,
November 2016
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................
A. Latar
Belakang Masalah...................................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah ............................................................................................................... 1
C. Tujuan.................................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................
A. Istilah Manusia Dalam Al-Qur’an....................................................................................... 2
B. Allah Yang Menciptakan
Manusia ..................................................................................... 2
C. Proses Penciptaan Manusia.................................................................................................. 2
BAB III PENUTUP .............................................................................................................
KESIMPULAN.................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan
(sains) dan teknologi merupakan topik bahasan yang gencar dibicarakan oleh para
ilmuan, sama halnya dengan Al-Qur’an juga membicarakan
perkembangan kehidupan manusia secara ilmiah. Allah SWT dengan kekuasaa-Nya
bisa menciptakan makhluk cukup dengan firman-Nya yaitu “kun fayakun”.
Para ilmuan mendukung
teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang mempunyai
bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian
menjadi manusia seperti sekarang ini. Di sisi lain, ahli agama
menentang adanya teori evolusi manusia tersebut. Khususnya agama Islam yang
meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam a.s. disusul Siti Hawa dan
kemudian keturunan-keturunannya hingga menjadi banyak seperti sekarang ini. Hal
ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada
kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan proses
penciptaan manusia menurut Al Qur’an.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Istilah Manusia dalam
Al-Qur’an?
2. Bagaimana Allah menciptakan
manusia ?
3. Bagaimana Proses Penciptaan
manusia ?
C. Tujuan
1. Mengetahui Istilah Manusia
dalam Al-Qur’an
2. Mengetahui cara Allah
menciptakan manusia
3. Menegetahui Proses Penciptaan
manusia
BAB II
PEMBAHASAN
A. Istilah Manusia dalam Al
Qur’an
M.Quraish Shihab (2000: 278-9) menunjukan ada dua
kata yang digunakan Al-Qur’an dalam menyebut ‘Manusia’, yaitu :
1. Basyar (بشر)
Istilah Basyar (بشر) lebih banyak menggambarkan persamaan yang ada pada semua
manusia, baik dalam aspek fisik maupun psikis
2. Insan (انسن)
Kata
Insan (انسن)
digunakan untuk menunjuk manusia secara utuh, juga menggunakan perbedaan antara
seseorang dengan lainnya
B. Allah Yang Menciptakan
Manusia
Manusia pada
mulanya tidak ada kemudian ada, adanya manusia bukan ada dengan sendirinya
tetapi ada yang mengadakan, yang mengadakan atau menciptakan manusia adalah
Allah SWT.[1]
Dalam proses
penciptaan manusia Allah melibatkan pihak lain yaitu bapak dan ibu sebagai
perantara. Tetapi adapula manusia yang diciptakan langsung oleh Allah SWT
sendiri tanpa melibatkan pihak lain seperti penciptaan Nabi Adam a.s.
C. Proses Penciptaan Manusia
1. Penciptaan Nabi Adam
Nabi Adam adalah
manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Hal ini
ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
وَ لَقَدْ
خَلَقْنَا اْلِانْسَانَ مِنْ صَلْصَا لٍ مِّنْ حَمَا مَّسْنُوْنٍ (الحخر: 26 )
“Dan Sungguh, Kami telah
menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi
bentuk.”
(QS. Al Hijr [26])
وَاِذْقَالَ رَ
بُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ إِنِّي خَالِقُ بَشَرًامِّنْ صَلْصَا لٍمِّنْ حَمَاٍ
مَّسْنُونٍ (الحخر:28 )
“Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu
berfirman kepada malaikat, ‘sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari
tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk’.” (QS. Al Hijr [28])
َاِذَاسَوَّ يْتُهُ وَ نَفَخْتُ فِيهِ مِن
رُّ و حِي فَقَعُواْ لَهُ سَجِدِ ينَ (الحخر: 29 )
“Maka apabila Aku telah
menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke
dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al Hijr [29])
Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :
“Sesunguhnya manusia itu
berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)
2. Penciptaan
Siti Hawa
Siti Hawa adalah
orang ke dua yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai pasangan Nabi Adam. Siti
Hawa diciptakan dari tulang rusuknya Nabi Adam as. Hal ini sesuai dengan firman
Allah :
سُبْحَنَ الَّذِ
ي خَلَقَ اْلأزْوَجَ كُلَّهَ مِمَّا تُنبِتُ اْلأَرْضُ وَ مِنْ أَنفُسِهِمْ وَ
مِمَّا لَا يَعْلَمُونَ (يس:36)
“Maha Suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun
dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS.Yaasin: [36])
يَآ يُّهَاالنَّا
سُ اتَّقُواْ رَ بِّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَفْسٍ وَا حِدَةٍوَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيًراوَنِسَآءً ج
وَاتَّقُواْالَلَه الَّذِي تَسَآءَ لُونَ بِهِ وَاْلاَرْحَامَ قلى
إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء:1)
“Wahai manusia! Bertaqwalah
kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu
(Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari
keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan
(peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasimu.” (QS. An Nisaa: [1])
Di dalam salah satu
Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
“Maka
sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk
Adam” (HR. Bukhari-Muslim)
3.
Penciptaan Nabi Isa As
Nabi Isa terlahir dari seorang ibu bernama Maryam dan tidak memiliki
seorang ayah. Tetapi bukan berarti nabi Isa terlahir dari hubungan perzinaan
dengan seorang laki-laki dan sejatinya Maryam tidak pernah disentuh oleh
laki-laki.
Firman Allah :
إذَقَالَتِ
الْمَلَءِكَةِ يَمَرْيَمُ إِنَّاللهَ يُبَشِّرُ كِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ صلى
اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًافِى الدُّ نْيَا
وَالْاَخِرَةِوَمِنَ اْلمُقَرَّبِينَ (ال عمران:45)
)Ingatlah(
ketika para Malaikat berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menyampaikan
kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang
putra) namanya Al Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di
akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (Ali Imran
45)
اِنَّ مَثَلَ
عِيسَ عِنْدَاللهِ كَمَثَلِ اَدَمَ قلى
خَلَقَهُ مِنْ تُرَا بٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ ،كُنْ فَيَكُونُ(ال عمرا
ن:59 )
“Sesungguhnya perumpamaan
(penciptaan) ‘Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam
dari tanah, kemudian Allah berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ (seorang manusia) maka
jadilah dia.” (QS. Ali ‘Imran[59])
4.
Penciptaan manusia
keturunan Nabi Adam dan Hawa
Kejadian manusia keempat adalah kejadian
semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s.
Allah berfirman :
وَلَقَدْ
خَلَقْنَااْلاِنْسَانَ مِنْ سُلَلَةٍ مِّن طِينٍ (12) ثُمَّ جَعَلْنَهُ نُطْفَةَ
فِي قَرَارٍمَّكِينٍ (13) ثُمَّ خَلَقْنَااْلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا
اْلعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقنَا اْلمُضْغَةً عِظَمًا فَكَسَوْنَااْلعِظَمَ لَحْمًا
ثُمَّ اَنْشَاْنَهُ خَلْقًااَخَرَ قلى فَتَبَارَكَا للهُ أَحْسَنُ
اْلخَلِقِينَ(14)
“Dan sungguh, Kami telah
menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudaian Kami
menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian,
air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu
kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami
menjadikannya makhluk yang (berbentu) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang
paling baik.” (Qs. Al Mu’minun [12-14])
Perkembangan janin manusia tahap demi tahap di dalam rahim sebagaimana
dinyatakan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
1.
Nutfah
Secara harfiah berarti setetes cairan. Di dalam Al-Qur’an dignakan
dengan tiga konotasi yang berbeda tetapi saling berhubungan, yaitu:
a.
Nuthfah laki-laki
b.
Nuthfah wanita
c.
Nuthfah laki-laki dan wanita yang saling berpadu
dan menjadi satu kesatuan secara sempurna, yang di dalam Al-Qur’an dinyatakan
sebagai nuthfah amsyaj[2]
2.
Alaqoh
Secara harfiah berarti sesuatu yang menempel dan melekat pada rahim, hal
ini dengan jelas menggambarkan tahap implantasi.
3.
Mudigah
Secara harfiah berarti sepotong daging yang telah dikunyah. Al-Qur’an
menggambarkan tahap ini seolah-olah ia adalah sepotong daging atau makanan yang
telah dikunyah dan bekas gigitan gigi tampak jelas pada mudigah ini.
Mudigah ini sangat sesuai dengan tahap somit di
dalam ilmu embriologi. Di dalam Al-Qur’an mudigah dibagi lagi menjadi:
a.
Mudigah mukhalagoh
b.
Mudigah ghair mukhallagoh.[3]
Penafsiran mukhallaqah dan
ghair mukhalaqoh menunjuk pada:
a.
Pembentukan organ-organ pada tahap ini (mukhalagoh)
b.
Penghentian yang terjadi pada tahap ini (ghair
mukhallaqoh)
c.
Diferensiasi, yang mulai pada ghair mukhallagoh dan
berlanjut sepanjang hidup.
Rentang waktu tahap ini
diramalkan oleh hadis Nabi Muhammad saw dinyatakan pada 40-45 hari seteah
peristiwa pembuahan.
4.
Pembentukan Tulang dan Otot dari Mudiqah
Al-Qur’an
dengan jelas menyatakan bahwa mudigah adalah perubhan menjadi tulang-tulang dan
tulang-tulang tersebut dibungkug oleh otot (daging).
BAB III
PENUTUPAN
KESIMPULAN
Dari uraian materi tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah manusia
dalam Al Qur’an ada dua yaitu Istilah
Basyar (بشر) yang lebih banyak menggambarkan
persamaan pada semua manusia, baik dalam aspek fisik maupun psikis, dan Insan (انسن) yang digunakan untuk menunjuk manusia secara utuh, juga
menggunakan perbedaan antara seseorang dengan lainnya.
Manusia pada
mulanya tidak ada kemudian ada, adanya manusia bukan ada dengan sendirinya
tetapi ada yang mengadakan, yang mengadakan atau menciptakan manusia adalah
Allah SWT.
Sedangkan pada
proses penciptaan manusia, dimulai dengan proses penciptaan nabi Adam yang
diciptakan dari tanah tanpa melalui perantara ibu dan ayah, kemudian proses
penciptaan Siti Hawa sebagai pendamping nabi Adam yang hanya diciptakan dari
tulang rusuk nabi adam, selanjutnya proses penciptaan nabi Isa’ yang terlahir
dari seorang ibu bernama Maryam tanpa seorang ayah. Dan yang terakhir proses
penciptaan manusia pada umumnya yaitu keturunan nabi Adam dan Hawa.
DAFTAR PUSTAKA
Albar,
Muhammad Ali. 2001. Penciptaan Manusia. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Gazali,
Imam. 2001. Hikmah Penciptaan Manusia. Jakarta: Lentera
Harahap,
Hakim Muda. 2007. Rahasia Al-Qur’an. Depok: Darul Hikmah
Sutoyo,
Anwar. 2015. Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar